SEMARANG – Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Pudakpayung Triwulan II telah dilaksanakan pada Hari Selasa tanggal 20 Mei 2025 di Aula Puskesmas Pudakpayung. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen kelembagaan di wilayah Kecamatan Banyumanik, mulai dari Jajaran Kecamatan Banyumanik, Kelurahan Pudakpayung dan Gedawang beserta jajarannya serta sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Pudakpayung. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran serta lintas sektor dalam mengatasi masalah kesehatan di seluruh kelurahan wilayah kerja Puskesmas Pudakpayung. Tema yang diambil dalam kegiatan lintas sektor triwulan II adalah PTM, Diare dan Karies Gigi.
Rapat dibuka oleh Camat Banyumanik yaitu Ibu Eka Kriswati SH, MM pukul 09.30 WIB. Dalam sambutan disampaikan bahwa kasus PTM, Diare serta karies gigi di wilayah kerja Puskesmas Pudakpayung perlu diperhatikan oleh Masyarakat. Lintas sektor berperan untuk mendukung Pelayanan kesehatan dan Skrining PTM pada masyarakat, serta mendukung pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan Kesehatan Lingkungan, PHBS dan gizi seimbang. Sekolah juga berperan dalam membantu memberikan edukasi terkait kesehatan gigi kepada siswa.
Kemudian acara dilanjutkan sambutan oleh dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp. PD, FINASIM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Puskesmas dan Lintas Sektor diharapkan dapat melakukan pendataan yang terkait dengan Wanita yang mengalami menstruasi lebih dari 10 hari, Masyarakat dengan TB positif, Imunisasi yang belum lengkap untuk dapat dilakukan sweeping, Wanita Usia Subur dengan berat badan kurang, Kegiatan PJN (Pemantauan Jentik Nyamuk) Rutin, Anak SD, SMP dan SMA dengan perilaku merokok, Wilayah dengan ABJ di bawah 95% dan Ibu melahirkan yang tidak menyusui bayinya dalam rangka penurunan AKI dan AKB.
Kemudian pemaparan materi oleh Kepala UPTD Puskesmas Pudakpayung, dr. Hendrixus Eko Surani Putro. Beliau menyampaikan bahwa masih terjadi kasus ibu hamil KEK, ibu hamil anemia, orangtua yang tidak memberi imunisasi kepada anaknya, kemudian remaja yang memiliki perilaku merokok. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pemberian PMT dan TTD bagi ibu hamil KEK dan anemia serta edukasi bagi orangtua balita dan remaja dengan perilaku merokok.
Acara Lokmin Linsek kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan kemudian ditutup dengan penyampaian rencana tindak lanjut serta penggalangan komitmen bersama lintas sektor untuk meningkatkan kerja tim di kalangan lintas sektoral, sekaligus forum untuk upaya dalam meningkatkan kesehatan.
Dokumentasi Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Triwulan II dapat dilihat disini