Puskesmas Padangsari Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Guna Tekan Kasus Pneumonia pada Balita
SEMARANG – UPTD Puskesmas Padangsari menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tematik Lintas Sektor yang difokuskan pada penanganan kasus pneumonia balita. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026, di Aula Pustu Jabungan ini bertujuan untuk memetakan potensi dampak penyakit serta merumuskan langkah pencegahan yang lebih efektif di wilayah kerja Puskesmas.
Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat sebaran kasus pneumonia tahun 2025 di Kelurahan Pedalangan sebanyak 11 kasus, Kelurahan Padangsari 11 kasus, dan Kelurahan Jabungan mencapai 15 kasus. Hingga Februari 2026, tren kasus masih terpantau muncul di ketiga wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Padangsari, dr. Puriyanto Wahyu Nugroho, menekankan pentingnya faktor lingkungan dalam memicu sakit pada anak. Beliau menjelaskan bahwa lingkungan rumah yang lembap dan kurang sirkulasi udara menjadi tempat berkembang biak bakteri dan virus penyebab pneumonia secara cepat.
"Anak-anak sangat mudah terinfeksi tergantung daya tahan tubuh dan lingkungan tempat tinggalnya. Kami mengimbau warga untuk setiap hari membuka jendela dan pintu agar ada pertukaran udara segar," ujar dr. Puriyanto dalam sesi diskusi.
Sebagai solusi, Puskesmas Padangsari memperkenalkan inovasi "GEMBIRA RIA" (Gerakan Mbuka Jendela dan Pintu Rumah, Diikuti Gerakan Ringan 60 Menit & Bersih-bersih Rumah). Inovasi ini mengajak masyarakat untuk:
Membuka jendela dan pintu agar sinar matahari masuk dan membasmi kuman.
Melakukan aktivitas fisik ringan selama 60 menit setiap hari.
Rutin membersihkan rumah dan mengecek penampungan air.
Selain aspek lingkungan, forum ini juga menyoroti bahaya asap rokok dan vape yang memiliki risiko adiktif serupa. Lintas sektor, termasuk Lurah, TP PKK, dan kader kesehatan, berkomitmen untuk membantu mengedukasi warga agar segera memeriksakan balita ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala pneumonia guna menghindari kondisi berat.
Pihak puskesmas juga memastikan bahwa setiap temuan kasus pneumonia akan ditindaklanjuti dengan kunjungan rumah dalam waktu 1x24 jam untuk melakukan pemeriksaan lingkungan serta pemberian edukasi gizi seimbang dan imunisasi lengkap bagi balita.