Padangsari, 20 Januari 2026 – Dalam upaya menekan angka masalah gizi pada anak, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tematik yang berfokus pada review permasalahan gizi balita di wilayah RW 10 Kelurahan Padangsari. Pertemuan ini bertujuan untuk menganalisis situasi terkini, mengevaluasi upaya yang telah berjalan, serta menyusun langkah strategis ke depan.
Berdasarkan data cut-off Desember 2025, tercatat adanya kasus stunting, wasting (gizi kurang), dan underweight di wilayah kerja Puskesmas Padangsari. Khusus di RW 10 Padangsari, sasaran balita pada tahun 2025 berjumlah 29 anak, di mana pemantauan intensif dilakukan terhadap balita dengan kondisi weight faltering (berat badan tidak naik), underweight, dan stunting.
Dalam diskusi tersebut, diidentifikasi berbagai upaya yang telah dilakukan beserta tantangan yang dihadapi di lapangan:
1. Pemantauan di Posyandu
Upaya: Penjaringan balita risiko stunting melalui penimbangan rutin.
Kendala: Rendahnya kehadiran rutin balita, buku KIA yang sering hilang/tertinggal sehingga status pertumbuhan tidak terpantau, serta kemampuan antropometri kader yang belum merata.
2. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal
Upaya: Pemberian pangan lokal bagi balita weight faltering, underweight, dan wasting untuk memperbaiki status gizi.
Kendala: Adanya ketidakcocokan menu PMT dengan selera atau kesukaan balita. slot deposit 5000
3. Intervensi Medis dan Pendampingan
Upaya: Pemeriksaan oleh dokter spesialis anak di Puskesmas, pendampingan ASI Eksklusif dan MP-ASI, serta pemanfaatan Daycare Pelangi Rumah Gizi.
Kendala: Masih ada orang tua yang tidak hadir saat undangan pemeriksaan spesialis, enggan mengikuti program daycare, atau tidak melanjutkan rujukan medis yang disarankan.
Berdasarkan hasil evaluasi, disusun rencana tindak lanjut yang melibatkan berbagai pihak:
Bagi Masyarakat/Keluarga:
Rutin membawa balita ke Posyandu untuk pemantauan tumbuh kembang dan rujukan dini.
Memastikan pemberian makan yang tepat, bergizi seimbang, dan pemberian ASI Eksklusif bagi bayi di bawah 6 bulan.
Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah.
Bagi Puskesmas:
Meningkatkan konseling dan edukasi mengenai pentingnya ASI dan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
Memberikan edukasi terkait pencegahan stunting kepada ibu hamil, calon pengantin, dan remaja.
Rekomendasi Lintas Sektor (Camat & Lurah):
Memastikan koordinasi bulanan penanganan stunting tetap berjalan.
Menggerakkan kader untuk melakukan sweeping (jemput bola) bagi balita yang tidak hadir di Posyandu serta melakukan pendampingan bagi balita bermasalah gizi.
Melakukan pendataan kebutuhan intervensi non-kesehatan, seperti perbaikan sanitasi dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui koordinasi dengan dinas terkait.
Memperbanyak media edukasi terkait gizi seimbang dan ajakan ke Posyandu bekerja sama dengan Diskominfo togel online