Lidya Dimari
Lidya Dimari (Layanan Tes HIV dan Layanan ARV Malam Hari) adalah sebuah inisiatif layanan kesehatan yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Program ini berfokus untuk memberikan kemudahan akses tes HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan pengobatan ARV (Antiretroviral) pada waktu yang lebih fleksibel, yakni di malam hari.
Tujuan utama dari Lidya Dimari adalah untuk mendukung tercapainya target "95-95-95" secara global, yang berarti:
95% orang mengetahui status HIV mereka.
95% orang yang terdiagnosis HIV menerima pengobatan ARV.
95% orang yang menerima ARV mencapai kondisi Viral Load (VL) tidak terdeteksi (tersupresi).
Dengan adanya layanan malam hari, kelompok risiko tinggi maupun ODH yang memiliki keterbatasan waktu dapat tetap memperoleh pelayanan penting ini tanpa mengganggu aktivitas harian mereka.
Lidya Dimari menyediakan serangkaian layanan komprehensif yang berlokasi di berbagai Puskesmas di Kota Semarang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Layanan yang ditawarkan meliputi:
Tes HIV: Pengujian untuk mengetahui status infeksi HIV.
Pengobatan ARV: Penyediaan dan pemberian obat Antiretroviral bagi yang terdiagnosis HIV.
Pendampingan ODH: Dukungan psikososial dan edukasi bagi Orang dengan HIV.
Pemeriksaan Viral Load (VL): Pemeriksaan untuk mengukur jumlah virus HIV dalam darah, penting untuk memantau keberhasilan pengobatan ARV.
Forum Group Discussion (FGD): Kegiatan diskusi kelompok untuk edukasi dan berbagi pengalaman.
Selain itu, kegiatan Lidya Dimari juga melibatkan pendekatan inovatif seperti mobile pelayanan, Skrining HIV Mandiri (SHM) menggunakan alat OVT, dan kegiatan door-to-door atau home visit untuk menjangkau populasi berisiko yang sulit diakses.
Layanan Lidya Dimari sengaja diatur di luar jam kerja reguler untuk memaksimalkan partisipasi masyarakat.
Pendaftaran: Mulai pukul 17.00 – 20.00 WIB.
Pelayanan: Berlangsung dari pukul 17.00 – 21.00 WIB.
Jadwal rinci dan lokasi Puskesmas yang menyelenggarakan Lidya Dimari bervariasi setiap bulannya dan diumumkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan pihak eksternal, seperti PKBI Kota Semarang, dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.
Lidya Dimari menjadi contoh nyata komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan aksesibilitas layanan kesehatan, memastikan bahwa tidak ada kelompok masyarakat yang terlewatkan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.