Angka Kematian Ibu (AKI) adalah Indikator yang mengukur jumlah kematian perempuan yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan, persalinan, atau masa nifas (dalam 42 hari setelah persalinan), per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menjadi ukuran penting untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap AKI di Indonesia meliputi :
Penyebab langsung kematian ibu:
Tiga penyebab utama AKI di Indonesia adalah perdarahan, hipertensi dalam kehamilan (preeklampsia/eklamsia), dan infeksi.
Akses dan kualitas pelayanan kesehatan:
Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan yang memadai, tenaga kesehatan terlatih, dan pelayanan antenatal yang berkualitas dapat meningkatkan risiko kematian ibu.
Kondisi sosial ekonomi:
Kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi juga dapat berkontribusi terhadap tingginya AKI.
Keterlambatan diagnosis dan penanganan:
Keterlambatan dalam mengenali dan menangani komplikasi kehamilan dan persalinan dapat memperburuk kondisi ibu dan meningkatkan risiko kematian.
Analisis Potensial Dampak Angka Kematian Ibu Tahun 2025
Analisis Potensial Dampak Angka Kematian Ibu Tahun 2025, berdasarkan data bulan Januari - Desember tahun 2024, dapat dilihat di link ini.
Upaya untuk menurunkan AKI di Indonesia meliputi :
Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan:
Memastikan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan tenaga kesehatan terlatih di seluruh wilayah, terutama di daerah terpencil dan tertinggal.
Penyuluhan dan edukasi :
Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelayanan antenatal, persalinan yang aman, dan perawatan pasca persalinan.
Penguatan sistem rujukan :
Memastikan sistem rujukan yang efektif dan cepat bagi ibu hamil yang mengalami komplikasi.
Pencegahan dan penanganan komplikasi :
Meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan komplikasi seperti perdarahan, preeklampsia/eklampsia, dan infeksi.
Dengan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, AKI di Indonesia diharapkan dapat terus menurun dan mencapai target yang lebih baik, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).