POTDAM DIABETES MELLITUS
Ditulis 2025-07-09 12:35:23
POTENSIAL DAMPAK
PENYAKIT DIABETES MELLITUS
Berikut ini adalah Peta Potensial Dampak Penyakit Diabetes Mellitus Per RW di wilayah kerja UPTD Puskesmas Padangsari, beserta variabel - variabel yang mempengaruhi keterpaparan dan kerentanannya.
Analisis Potensial Dampak Penyakit DM Tahun 2024
.jpg)
Setelah dilakukan analisis Potensial Dampak terhadap kemungkinan berkembangnya Penyakit Diabetes Mellitus kedepannya, maka disimpulkan bahwa di daerah :
- Kelurahan Pedalangan yang mempunyai kemungkinan Potensial Dampak Tinggi di RW 1 dan 6, serta Potensial Dampak Sedang sampai dengan Tinggi di RW 3.
- Kelurahan Padangsari yang mempunyai kemungkinan Potensial Dampak Tinggi di RW 2, 6 dan 7, serta Potensial Dampak Sedang sampai dengan Tinggi berada di RW 4, 8, 9, 12 dan 13.
Analisis Potensial Dampak Penyakit DM Tahun 2025
Analisis Potensial Dampak Penyakit Diabetes Mellitus Tahun 2025, berdasarkan data bulan Januari - Desember 2024 dapat dilihat pada link ini.
Upaya Pencegahan
Dalam rangka meminimalkan dan menanggulangi Potensial Dampak Penyakit Diabetes Mellitus kedepannya, maka khususnya masyarakat RW yang telah disebutkan diatas dan masyarakat RW lain pada umumnya, perlu melakukan hal - hal sebagai berikut :
- Masyarakat :
- Modifikasi pola makan dengan mengurangi asupan garam <6gr per hari serta meningkatkan asupan sayur / buah.
- Mempertahankan berat badan ideal sesuai dengan analisa IMT (BB / TB2).
- Meningkatkan aktivitas fisik seperti dengan latihan aerobik ringan selama 30 menit / hari atau 210 menit / minggu.
- Berhenti merokok dan atau hindari asap rokok bagi yang tidak merokok.
- Bagi penderita, rutin meminum obat DM dan cek gula darah setiap bulan di Puskesmas atau Posyandu Prima.
- Mengedukasi dan mengajak anggota keluarga untuk menerapkan GERMAS dirumah.
- Puskesmas :
- Melaksanakan Program Integrasi Layanan Primer.
- Menerapkan Pelayanan Posyandu Prima secara rutin ditiap kelurahan dengan pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah, kesehatan jiwa, dan indera.
- Mengorientasi kader Posyandu Prima untuk mandiri melakukan Posyandu Prima pada lingkup RW.
- Melakukan Posbindu ditempat berisiko seperti Sekolah, Universitas dan Perusahaan / Pabrik / OPD.
- Membuat buku catatan pemeriksaan untuk penderita DM agar memantau hasil pemeriksaan penderita dan recall gizi.
- Meningkatkan kapasitas kader tentang gizi seimbang bagi penderita DM.
- Mengajak masyarakat membuat menu makanan diet bergizi setiap bulan.
- Perluasan KTR diberbagai tempat sesuai wilayah dan peningkatan pelayanan UBM di Puskesmas.