1

LAYANAN UNGGULAN

Ditulis 2025-10-12 19:53:00

LAYANAN UNGGULAN

UPTD PUSKESMAS PADANGSARI

 

 

Halo SOBAT PURI ..... Berikut ini adalah beberapa Skrining Kesehatan yang bisa Sobat Puri dapatkan pada pelayanan UPTD Puskesmas Padangsari, yaitu :

 

1. DEDI CARI MAMA  (DETEKSI DINI CA SERVIKS / KANKER LEHER RAHIM DAN CA MAMMAE / KANKER PAYUDARA)

 

Deteksi Dini dapat dilakukian dengan Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) yang dilakukan untuk memendeteksi adanya tanda - tanda terjadinya Kanker Servix (Leher Rahim) dengan menggunakan Metoda Cairan Asam Asetat.

Sedangkan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan (Bidan / Perawat) yang berkompeten, untuk mendeteksi adanya tanda - tanda terjadinya Kanker Payudara.

Agar SOBAT PURI lebih paham dengan definisi, cara pemeriksaan dan cara pendaftarannya, maka dapat dilihat di Aplikasi SAYANG VANESSA (SISTEM LAYANAN DIGITAL IVA DAN SADANIS CEPAT DIPERIKSA)

SAYANG VANESSA adalah Sistem Layanan Digital bagi SOBAT PURI yang akan melakukan Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini dalam rangka pencegahan Penyakit Kanker Servix (Leher Rahim) dan Kanker Payudara.

Info selengkapnya dapat SOBAT PURI  KLIK DISINI

Capaian Skrining IVA dan SADANIS di UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

2. SI KETAN JAWA  (SKRINING KESEHATAN JIWA MENUJU SEHAT JIWA)

 

SI KETAN JAWA merupakan Upaya Skrining Kesehatan Jiwa untuk mendeteksi lebih cepat dan menentukan risiko seseorang yang mengalami gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, bipolar, gangguan makan dan gangguan stress.

Metode Skrining Kesehatan Jiwa ada dua dan bisa akses kuesioner SI KETAN JAWA

a. SDQ (Strenghts and Difficulties Questionnaire)

b. SRQ (Self Reporting Questionnaire)

SOBAT PURI bisa cek lebih lengkap DISINI ya.

Capaian Skrining Kesehatan Jiwa UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

3. GEMABUMI   (BERGERAK BERSAMA ATASI IBU HAMIL ANEMIA)

 

Kehamilan merupakan proses alami dan didambakan oleh setiap wanita.  Semua wanita pasti ingin menjalani kehamilan sehat agar janin tumbuh dengan baik sampai waktunya proses persalinan nantinya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kehamilan adalah dengan tes kadar hemoglobin saat Ibu hamil secara berkala. Hemoglobin atau Hb adalah protein dalam sel darah merah yang membuat darah berwarna merah. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru menuju jaringan tubuh, dan membawa kembali karbondioksida dari jaringan tubuh menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Dengan kata lain, Hb memiliki fungsi yang penting untuk kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kadar Hb pada Ibu hamil tetap normal. 

Jika Hb rendah, Ibu akan mengalami anemia (kekurangan sel darah merah) yang dapat membahayakan kondisi janin dan Ibu.  Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyarankan kadar Hb ibu hamil sebaiknya lebih dari 11 g/dL.  Pada saat anemia, Ibu akan cenderung merasa lemas, pusing, jantung berdebar, sering mengantuk, mata berkunang-kunang, bahkan dapat menyebabkan Ibu pingsan.   Sayangnya ternyata tidak semua wanita hamil melakukan cek hemoglobin karena merasa tubuhnya baik-baik saja. Padahal tes kadar hemoglobin ini sangat penting untuk dilakukan agar janin tetap terjaga pertumbuhannya.  

GEMABUMI  (Bergerak Bersama Atasi Ibu Hamil Anemia) merupakan program yang ditujukan untuk menjaga Ibu Hamil tetap sehat dan bebas Anemia. Info selengkapnya dapat  SOBAT PURI   KLIK DISINI

Cakupan Kasus Ibu Hamil Anemia UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

4. TEMAN ROBI  (SISTEM LAYANAN SKRINING ONLINE TUBERKULOSIS PUSKESMAS PADANGSARI)

 

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular akibat infeksi Mycobacterium Tuberculosis. TB umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Penyakit ini dapat berakibat fatal bagi penderitanya jika tidak segera ditangani. Meski begitu, TB adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan bisa dicegah.

Penularan Tuberkulosis (TB) terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah (droplet) saat seseorang yang terinfeksi TB bersin atau batuk. Oleh sebab itu, risiko penularan penyakit ini lebih tinggi pada orang yang tinggal serumah dengan penderita TB.

TB pada paru-paru akan menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 3 minggu yang dapat disertai dahak atau darah. Selain itu, penderita juga akan merasakan gejala lain, seperti demam, nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

Pengobatan TB adalah dengan mengonsumsi obat sesuai dosis dan anjuran dari  dokter. Jenis obat yang diresepkan untuk mengatasi TBC antara lain Rifampicin dan Ethambutol

TB dapat dicegah dengan vaksin BCG. Pemberian vaksin ini disarankan sebelum bayi berusia 2 bulan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan memakai masker saat berada di tempat ramai.

TEMAN ROBI  (Sistem Layanan Skrining Online Tuberkulosis) Puskesmas Padangsari) memberikan kemudahan untuk SOBAT PURI dan keluarga dalam melakukan skrining secara online untuk mengetahui apakah beresiko menderita Penyakit Tuberculosis. Info selengkapnya dapat SOBAT PURI  KLIK DISINI 

Capaian Skrining TBC di UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

5. OBSESHI PUSPA (OBROLAN SEPUTAR SKRINING HIV - IMS PUSKESMAS PADANGSARI)

 

HIV/AIDS dan IMS adalah dua isu penting dalam bidang kesehatan global. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan IMS adalah kelompok infeksi yang ditularkan melalui kontak seksual. HIV adalah virus yang menyerang sel CD4 dalam tubuh manusia. Sel CD4 adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh kita. Ketika virus ini menyerang sel CD4, sistem kekebalan tubuh melemah, membuat tubuh rentan terhadap penyakit dan infeksi lainnya.

Ada banyak jenis IMS (Infeksi Menular Seksual), di antaranya chlamydia, gonore, sifilis, herpes, HPV, dan HIV. Sesuai namanya, penyakit menular seksual yang juga dikenal sebagai penyakit kelamin ini menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, melalui dubur (anal), atau melalui mulut (oral). Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, pengidap penyakit menular seksual berisiko lebih tinggi tertular HIV (human immunodeficiency virus) dibandingkan orang tanpa infeksi menular seksual ini. Pasalnya, penularan penyakit menular seksual dan HIV sejenis.

OBSESHI PUSPA ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien beresiko terkena HIV atau IMS, pada link ini SOBAT PURI dapat melakukan skrining faktor resiko dan berkonsultasi secara online. Untuk selengkapnya dapat SOBAT PURI klik DISINI.

Capaian Skrining HIV di UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

6. NING MANDALA (SKRINING KEMANDIRIAN PADA LANSIA) & PEDES ASEM (PENCEGAHAN DEMENSIA LANSIA SEMARANG)

 

Menurut Kemenkes RI (2019), Klasifikasi Penduduk Lanjut Usia meliputi :

  • Pra Lansia, yaitu seseorang yang berusia antara 45 sampai dengan 59 tahun.
  • Lansia, yaitu seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih.

Agar dapat berdaya guna, Lansia harus sehat dan dipersiapkan dalam menghadapi masa tuanya sedini mungkin.Selain itu juga perlu adanya lingkungan yang mendukung potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu UPTD Puskesmas Padangsari menciptakan Inovasi NING MANDALA dan PEDES ASEM. Kedua Inovasi ini merupakan skrining kesehatan lansia yang diberikan pada pasien Lansia dan anggota Paguyuban Lansia yang dibina oleh UPTD Puskesmas Padangsari.

NING MANDALA ini bertujuan untuk mengetahui derajat kemandirian dari seorang lansia, sehingga nanti dapat dirancang pelayanan kesehatan dan dukungan linkungan yang diperlukan oleh yang bersangkutan. Info selengkapnya dapat SOBAT PURI KLIK DISINI.

PEDES ASEM adalah salah satu kegiatan skrining kesehatan menggunakan Tes Mini-Cog pada Lansia untuk mendeteksi dini munculnya gejala Demensia. Mini-Cog adalah tes skrining yang cepat dan sederhana untuk mendeteksi demensia pada tahap awal. Tes ini terdiri dari dua bagian, yaitu: Mengulang tiga kata yang tidak berhubungan untuk menguji ingatan langsung, Menggambar jam. Mini-Cog dapat dilakukan dalam waktu sekitar tiga menit. Tes ini dapat membantu dokter dan penyedia perawatan profesional lainnya untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan kognitif pada pasien yang lebih tua. 

Mini-Cog memiliki beberapa kelebihan, di antaranya: 

  • Mudah digunakan 
  • Tidak memerlukan pengetahuan medis khusus 
  • Dapat dilakukan dalam berbagai lingkungan layanan kesehatan 
  • Tidak terlalu dipengaruhi oleh pendidikan, budaya atau bahasa

Capaian Kemandirian Lansia UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

7. GERTAGI (GERAKAN CINTA GIGIKU)

 

Kesehatan gigi dan mulut sering kali diabaikan oleh masyarakat. Rendahnya kesadaran dalam merawat kesehatan gigi mulut merupakan salah satu penyebab dari penyakit gigi dan mulut pada masyarakat Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya sekitar 10,2% yang telah mendapatkan pelayanan medis. Prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini sangat tinggi (93%) dan hanya 7% anak yang bebas dari masalah gigi berlubang. Oleh karena itu, sangat perlu untuk mulai melakukan tindakan pencegahan gigi berlubang sejak dini.

Tips menjaga kesehatan gigi dan mulut diantaranya adalah :

  • Sikat gigi minimal 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur
  • Ganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali
  • Tidak menyikat gigi terlalu keras
  • Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali di UPTD PUSKESMAS PADANGSARI

GERTAGI mengajak SOBAT PURI untuk menjaga kesehatan Gigi dan Mulut. Info selengkapnya bisa KLIK DISINI.

Capaian Akses Link Gertagi UPTD Puskesmas Padangsari :

 

 

8. SERAT CENTINI (Semarang Semakin Hebat Cegah dan Atasi Stunting Sejak Dini) 

Intervensi / Penanganan secara Komprehensif dan Koordinatif dengan memfokuskan dan memprioritaskan beberapa Program / Kegiatan pada Kelompok Balita, Remaja Putri, Calon Pengantin dan Ibu Hamil, beserta lingkungan dan Lintas Sektor, dalam rangka mencegah dan mengatasi Stunting sejak dini. KegiatanProgram / Kegiatan yang dilakukan terdiri dari :

  1. Kelompok Balita
    • Pendampingan Balita
    • Kelas Ibu Balita & Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak
    • Pemeriksaan Komprehensif Balita Stunting yg meliputi Pemeriksaan Umum, Pemeriksaan Gigi, Pemeriksaan tumbuh kembang, yang dilaksanakan bersama Dokter Spesialis Anak RS. Hermina Banyumanik yang dilakukan 1 bulan sekali
    • Program Pemberian Makanan Tambahan & Jum’at Berkah
  2. Kelompok Remaja Putri
    • Pendampingan Sekolah Sehat
    • Penjaringan dan Pemeriksaan Berkala Remaja Putri di Sekolah
    • Edukasi Gizi 
    • Pemberian Tablet Tambah Darah dan Obat Cacing di Sekolah
  3. Kelompok Calon Pengantin
    • Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin
    • Kelas Calon Pengantin
  4. Kelompok Ibu Hamil
    • Pendampingan Ibu Hamil
    • Kelas Ibu Hamil
    • Pemeriksaan Ibu Hamil
    • Edukasi Gizi dan Konseling ASI
    • Program Pemberian Makanan Tambahan & Jum’at Berkah
  5. Lingkungan dan Lintas Sektor
    • Inspeksi Sanitasi Tempat Umum dan Tempat Pengolahan Pangan
    • Inspeksi Rumah Sehat
    • Pemeriksaan sumber Air Bersih / Air Minum
    • Koordinasi Lintas Sektor
    • Pelatihan Kader Kesehatan

Cakupan Balita Stanting UPTD Puskesmas Padangsari :

9. PAMAN NIMBANG BUAH (Papa Mama Pantau Dini Perkembangan Buah Hati)

Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0-6 tahun. Pada usia tersebut, perkembangan terjadi sangat pesat. Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 40% dari perkembangan manusia terjadi pada usia dini. Oleh karena itu, usia dini dipandang sangat penting sehingga diistilahkan sebagai usia emas (golden age). 
Aspek Perkembangan

  • Motorik Kasar
  • Motorik Halus
  • Kemampuan bicara dan bahasa
  • Sosialisasi Emosional
     

Anak akan terus berkembang setiap harinya. 

Gunakan ceklis ini untuk memantau perkembangannya. PAMAN NIMBANG BUAH

10. STRATEGI ELO (Enem-Loro-sepolOh) "Sistem Alarm Minum Antibiotik" - Puskesmas Padangsari

STRATEGI ELO merupakan upaya untuk menurunkan risiko terjadinya resistensi antibiotik di Indonesia mengacu pada Permenko PMK No 7 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Tahun 2020 – 2024, dimana salah satunya adalah optimalisasi penggunaan antibiotik secara bijak. ELO merupakan singkatan dari Enem-Loro-SepOloh, diambil dari jam minum antibiotik 3x sehari. Antibiotik yang diminum 3x sehari mempunyai potensi keterlambatan/ ketidak patuhan lebih tinggi dibanding 2x sehari, terutama untuk yang mempunyai aktivitas padat seperti para pekerja dan anak sekolah/ mahasiswa.  

Strategi ELO meliputi video edukasi animasi yang menarik serta alarm minum antibiotik yang didalamnya disertakan link sebagai mekanisme follow up pasien saat minum antibiotik yang bisa di akses oleh tenaga medis untuk memantau kepatuhan pasien. Semoga inovasi ini bisa bermanfaat secara luas untuk semua jenis antibiotik dan obat rutin lainnya seperti obat hipertensi atau DM.
Info selengkapnya dapat SOBAT PURI
DISINI

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018