Banyak orang mengira leptospirosis hanya meningkat saat musim hujan atau banjir. Faktanya, cuaca panas juga dapat memengaruhi penyebaran penyakit ini.
Saat suhu meningkat, ketersediaan air bersih dapat berkurang sehingga masyarakat lebih berisiko menggunakan sumber air yang mungkin telah terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Selain itu, kondisi panas dapat mengubah perilaku manusia maupun hewan, sehingga peluang paparan bakteri Leptospira tetap ada.
-Yang perlu dilakukan:
-Hindari kontak dengan air atau tanah yang berpotensi tercemar.
- Gunakan alas kaki dan sarung tangan saat bekerja di lingkungan berisiko.
-Jaga kebersihan lingkungan dan kendalikan populasi tikus.
-Segera periksakan diri jika mengalami demam, nyeri otot, mata kemerahan, atau riwayat kontak dengan lingkungan berisiko.
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Tetap waspada terhadap leptospirosis, apa pun musimnya.
1w
----- Cuaca Panas, Leptospirosis Tetap Mengintai! -----
Banyak orang mengira leptospirosis hanya meningkat saat musim hujan atau banjir. Faktanya, cuaca panas juga dapat memengaruhi penyebaran penyakit ini.
Saat suhu meningkat, ketersediaan air bersih dapat berkurang sehingga masyarakat lebih berisiko menggunakan sumber air yang mungkin telah terkontaminasi urine hewan, terutama tikus. Selain itu, kondisi panas dapat mengubah perilaku manusia maupun hewan, sehingga peluang paparan bakteri Leptospira tetap ada.
- Yang perlu dilakukan:
-Hindari kontak dengan air atau tanah yang berpotensi tercemar.
-Gunakan alas kaki dan sarung tangan saat bekerja di lingkungan berisiko.
- Jaga kebersihan lingkungan dan kendalikan populasi tikus.
-Segera periksakan diri jika mengalami demam, nyeri otot, mata kemerahan, atau riwayat kontak dengan lingkungan berisiko.
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Tetap waspada terhadap leptospirosis, apa pun musimnya.
@dkksemarang
@semarangpemkot
@finalutfiya
#Leptospirosis #CuacaPanas #KesehatanLingkungan #PencegahanPenyakit #EdukasiKesehatan OneHealth KesehatanMasyarakat