WASPADA LEPTOSPIROSIS
Ditulis 2026-05-23 12:57:44
Leptospirosis adalah penyakit infeksi bakteri Leptospira yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis). Penyakit ini sering disebut sebagai "penyakit kencing tikus" karena di Indonesia, tikus merupakan sumber utama penularannya, terutama saat musim hujan atau banjir. Bakteri ini masuk ke tubuh manusia melalui kulit yang terluka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) setelah kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala biasanya muncul 2 hingga 30 hari setelah terpapar. Gejala awalnya sering kali mirip dengan flu atau demam berdarah, namun ada ciri khas yang sering muncul:
- Nyeri otot yang hebat, terutama pada bagian betis.
- Demam tinggi mendadak dan menggigil.
- Mata merah tanpa adanya kotoran mata.
- Sakit kepala parah dan rasa lemas.
- Mual, muntah, atau diare.
- Pada tahap lanjut (Penyakit Weil), penderita bisa mengalami kulit kuning, gagal ginjal, hingga perdarahan.
Cara Penularan
- Kontak Langsung: Menyentuh urine atau darah hewan yang terinfeksi secara langsung.
- Kontak Tidak Langsung: Bersentuhan dengan genangan air, lumpur, atau tanah yang terkontaminasi urine tikus saat banjir atau bekerja di sawah.
- Konsumsi: Memakan makanan atau meminum air yang sudah tercemar bakteri.
Kelompok Berisiko Tinggi [1]
Penyakit ini sering dianggap sebagai occupational disease (penyakit akibat pekerjaan). Kelompok yang paling rentan meliputi:
- Petani yang sering berada di sawah tanpa pelindung kaki.
- Pekerja saluran air/selokan dan petugas kebersihan.
- Peternak dan dokter hewan.
- Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.
Langkah Pencegahan
Menurut panduan dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan, Anda dapat melakukan hal berikut:
- Gunakan APD: Selalu pakai sepatu bot dan sarung tangan karet saat membersihkan sisa banjir atau bekerja di area becek.
- Tutup Luka: Gunakan plester kedap air untuk menutupi luka pada kulit sebelum beraktivitas di luar.
- Kebersihan Diri: Cuci tangan dan kaki dengan sabun serta segera mandi setelah kontak dengan air banjir atau tanah.
- Basmi Tikus: Jaga kebersihan lingkungan rumah dan simpan makanan dalam wadah tertutup agar tidak didatangi tikus.
- Desinfeksi: Gunakan cairan pembersih kuman pada area yang pernah terendam banjir.
Jika Anda mengalami demam disertai nyeri betis setelah kontak dengan genangan air, segera periksakan diri ke Puskesmas atau RS terdekat untuk mendapatkan antibiotik secepatnya.