1

Pengaruh Cuaca Panas Terhadap Angka Kejadian Leptospirosis

Ditulis 2026-08-06 19:39:23

Hallo #sehatiesmenurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira. Penyakit ini dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui air atau tanah yang tercemar oleh air kencing hewan yang terinfeksi, seperti tikus, sapi, atau anjing.

- Dampak positif (Musim Kemarau Kering)

  • Air permukaan & genangan berkurang sehingga media penyebaran Leptospira lebih sedikit
  • Bakteri Leptospira kurang bertahan pada kondisi panas dan kering
  • Kontak manusia dengan air tercemar menjadi lebih sedikit

Di banyak wilayah, kejadian leptospirosis dapat menurun saat musim kemarau yang benar-benar kering

- Faktor yang lebih berpengaruh 

  • Curah hujan tinggi
  • Banjir dan genangan air
  • Kepadatan tikus
  • Sanitasi lingkungan buruk
  • Pengelolaan sampah yang tidak baik
  • Penggunaan APD yang rendah
  • Adanya luka pada kulit saat terpapar air tercemar

Cuaca panas bukan penyebab langsung leptospirosis, tetapi dapat meningkatkan resiko secara tidak langsung

Mengapa cuaca panas tetap beresiko ?

Tikus mencari sumber air hingga mendekati permukiman

Sampah lebih cepat membusuk sehingga menarik tikus

Saat hujan pertama setelah kemarau, bakteri dari urine tikus terbawa ke genangan air

Cegah leptospirosis dengan :

Hindari kontak langsung dengan air banjir atau genangan

Gunakan pelindung diri (sepatu boots, sarung tangan) saat bekerja/beraktivitas

Kelola sampah dan pastikan drainase berfungsi baik

Lakukan pengendalian tikus di rumah dan lingkungan secara rutin

Segera bersihkan luka dan selalu cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018