Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan Posyandu
Ditulis 2026-07-31 21:06:40
Puskesmas Manyaran / 10 Juli 2026
Rabu, 08 Juli 2026, Puskesmas Manyaran melaksanakan pertemuan Monitoring Evaluasi (Monev) Posyandu wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Pertemuan ini sebagai forum evaluasi terhadap pelaksanaan Posyandu sekaligus penyusunan rencana perbaikan guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
- Definisi
Monev Posyandu merupakan salah satu upaya untuk mengetahui capaian pelaksanaan kegiatan, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kader maupun tenaga kesehatan, serta merumuskan tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan, koordinasi, dan penyamaan persepsi antara Puskesmas, pemerintah kelurahan, dan kader Posyandu dalam penyelenggaraan Posyandu yang berkualitas.
- Maksud dan Tujuan
Kegiatan Monev Posyandu dimaksudkan menilai keberhasilan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), yaitu penguatan pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Tujuannya yaitu Mengukur ketercapaian sasaran program dan memastikan integrasi layanan primer berjalan efektif, mencakup:
- Peningkatan Kualitas Layanan: Mengevaluasi proses pelayanan kesehatan dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.
- Identifikasi Kendala: Mengenali faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan posyandu, seperti masalah kehadiran sasaran, keterbatasan anggaran, atau ketersediaan form.
- Perbaikan Koordinasi: Menilai dan mendorong efektivitas kerjasama tim petugas kesehatan di posyandu.
- Optimalisasi Sumber Daya: Menganalisis penggunaan anggaran dan sarana prasarana.
- Peningkatan Akuntabilitas: Menyampaikan hasil evaluasi kepada pemangku kepentingan dan mendorong partisipasi masyarakat.
- Hasil Kegiatan
Jumlah peserta yang hadir dalam pertemuan Monev Posyandu sebanyak 36 kader, terdiri dari 3 Ketua FKK Kelurahan, dan 33 Ketua Posyandu wilayah kerja Puskesmas Manyaran.
Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
- Terlaksananya evaluasi terhadap pelaksanaan Posyandu pada seluruh wilayah binaan (33 Posyandu) berdasarkan indikator pelayanan dan administrasi.
- Teridentifikasinya beberapa permasalahan yang masih ditemui di lapangan, antara lain:
- Jumlah kader aktif di beberapa Posyandu belum memenuhi ketentuan.
- Pelaksanaan edukasi kesehatan kepada sasaran belum dilakukan secara rutin.
- Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) masih terbatas.
- Sebagian alat kesehatan Posyandu belum dilakukan kalibrasi secara berkala.
- Kelengkapan pencatatan dan pelaporan masih perlu ditingkatkan.
- Terlaksananya diskusi bersama antara tenaga kesehatan dan kader untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan serta alternatif penyelesaiannya.
- Tersusunnya rencana tindak lanjut, meliputi:
- Optimalisasi pembinaan kader Posyandu.
- Penyediaan dan pemanfaatan media KIE pada setiap kegiatan Posyandu.
- Penjadwalan kalibrasi alat kesehatan secara berkala.
- Peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan Posyandu.
- Peningkatan pelaksanaan edukasi kesehatan sesuai kelompok sasaran dalam pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP).
- Meningkatnya pemahaman kader mengenai standar penyelenggaraan Posyandu dan pentingnya pelayanan yang berkualitas, terintegrasi, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
- Terbangunnya komitmen bersama antara Puskesmas, kader Posyandu, dan pemerintah desa/kelurahan untuk melaksanakan perbaikan berkelanjutan terhadap penyelenggaraan Posyandu.
- Simpulan
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar pelaksanaan pembinaan dan monitoring pada periode berikutnya sehingga kualitas pelayanan Posyandu semakin optimal.