1

INTERVENSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERDASARKAN SIKLUS HIDUP

Ditulis 2026-04-30 18:05:29

Fera Utami S., SKM – Puskesmas Manyaran Semarang

 

LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional, dimana tujuan dari diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesehatan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi untuk mencapai keberhasilan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, diselenggarakan pembangunan di bidang kesehatan secara menyeluruh dan berkesinambungan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Derajat kesehatan yang rendah juga berpengaruh terhadap rendahnya produktivitas kerja yang dapat menjadi beban masyarakat dan pemerintah. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sector, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan.

TUJUAN

Adanya kelompok masyarakat yang sadar kesehatan (dalam pemberdayaan masyarakat  diperlukan keterlibatan kader)

Kader sebagaimana dimaksud berperan sebagai:

    1. penggerak masyarakat untuk berperan serta dalam upaya kesehatan sesuai kewenangan
    2. penggerak masyarakat agar memanfaatkan UKBM dan pelayanan kesehatan dasar
    3. pengelola UKBM
    4. penyuluh kesehatan pada masyarakat
    5. pencatat dan pelapor jika ada permasalahan kesehatan pada tenaga kesehatan

PELAKSANAAN KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Adapun kegiatan pendampingan diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan diskusi dan juga menggali informasi potensi yang terkait dengan pengelolaan pemberdayaan masyarakat serta tingkat pemahamannya, dan yang terpenting adalah peran seluruh stakeholder.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok menggunakan metode FGD,  membuat 4 kelompok kecil yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 hingga 6 orang kader dan 3 orang petugas kesehatan sebagai narahubung. Masing-masing kelompok ini membahas permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan kelompok sasaran sesuai siklus hidup, termasuk cakupan kunjungan masing-masing siklus hidup (ibu hamil, bayi dan balita, remaja, dewasa dan lansia) ke Posyandu.

HASIL KEGIATAN

  1. Jumlah peserta yang hadir sebanyak  30 orang yang terdiri kader dan petugas kesehatan.
  2. Materi paparan yang disampaikan yaitu
  • Implementasi Posyandu ILP dalam Melayani Kesehatan Masyarakat
  • Pelayanan Kesehatan bagi Ibu Hamil
  • Mewujudkan kehamilan yang Sehat
  • Deteksi Dini Ibu hamil Resti
  • Cegah Anemia pada Ibu Hamil
  • KB Pasca salin
  • Penerapan PHBS dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan
  • Pelaksanaan PSN sebagai Upaya Cegah DBD
  • Penatalaksanaan Rumah Sehat
  • Hidup Sehat Tanpa Diare
  • Skrining Kesehatan Jiwa pada Ibu Hamil dan Ibu Nifas

 

  1. Hasil diskusi kelompok, permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan ibu hamil dan ibu nifas adalah “Rendahnya cakupan kunjungan ibu hamil ke Posyandu”, yang disebabkan karena berbagai hal, antara lain:
  • Ibu hamil bekerja saat Posyandu
  • Lokasi Posyandu terlalu jauh dari rumah ibu hamil dan tidak ada yang mengantar
  • Ibu hamil merasa malu datang ke POsyandu
  • Kurangnya pengetahuan ibu hamil, bahwa Ibu hamil juga perlu datang ke Posyandu untuk dicatat kondisi kehamilannya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
  • Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk datang ke Posyandu (menganggap bahwa sudah periksa di Puskesmas/ bidan/ dokter sudah cukup).
  1. Rencana Intervensi yang dilakukan yaitu:
  • Melakukan kunjungan rumah ibu hamil, dan mencatatkan hasil kunjunagnnya sebagai cakupan kunjungan Posyandu
  • Mengedukasi dan memotivasi ibu hamil agar mau datang ke Posyandu
  • Menyampaikan undangan Posyandu pada bumil, agar bumil maw datang ke Posyandu
  • Mengupayakan penjemputan bagi ibu hamil yang rumahnya jauh dari lokasi Posyandu

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Intervensi Pemberdayan Masyarakat sesuai Siklus Hidup ini adalah sebagai Implementasi Permenkes No.8 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan masyarakat Bidang Kesehatan sehingga perlu disosialisasikan pada masyarakat luas agar dapat memahami dan berperan serta aktif dalam pemberdayaan masyarakat
  2. Adanya pemberdayaan masyarakat, merupakan kegiatan  bersifat pembelajaran dan praktik (Education and practice of Public) bagi masyarakat dalam pengelolaan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
  3. Kader/ peserta kegiatan Intervensi Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan Siklus Hidup menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini,

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018