1

Kunjungan Monitoring dan Evaluasi Layanan Hipertensi di UPTD Puskesmas Kedungmundu

Ditulis 2026-04-30 14:26:54

UPTD Puskesmas Kedungmundu menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Hipertensi pada tanggal 11 April 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengendalian penyakit tidak menular (PTM).

Kegiatan ini dihadiri oleh tim dari ADINKES (Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia), yaitu Prof. Yanri, dr. Ellyza, dan dr. Wahyu dari Dinas Kesehatan Provinsi. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, yaitu dr. Syska Maolana dan Herlina. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari dua puskesmas lain, yaitu Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Bulusan, masing-masing sebanyak tiga orang.

Fokus Kegiatan Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan monev ini berfokus pada evaluasi pelaksanaan layanan hipertensi, meliputi:

  • Protokol penanganan hipertensi
  • Penatalaksanaan pasien hipertensi, khususnya pasien dengan kategori miss visit, yaitu pasien yang tidak melakukan kunjungan ulang selama 3 bulan atau lebih

Data Diagnosa Hipertensi Tahun 2026

Berdasarkan data periode 1 Januari – 23 April 2026, diperoleh:

  • I.10 (Hipertensi esensial): 5.489 pasien
  • R.03 (Tekanan darah meningkat tanpa diagnosis hipertensi): 348 pasien
  • I.11 (Hipertensi dengan komplikasi lain): 69 pasien

Tata Laksana Pengobatan

Dalam aspek pelayanan farmasi dan pengobatan, hasil monev menunjukkan:

  • Obat hipertensi yang tersedia di puskesmas telah sesuai standar pelayanan
  • Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam pemberian obat antara pasien umum dan peserta Program Rujuk Balik (PRB)
  • Jangka waktu pemberian obat untuk pasien umum adalah 10 hari, dengan anjuran kontrol ulang setelah obat habis
  • Pasien PRB mendapatkan obat selama 30 hari (1 bulan) dan dapat mengambil obat langsung di puskesmas
  • Saat ini, apotek Puskesmas Kedungmundu telah berfungsi sebagai apotek PRB

Terkait penggunaan obat antihipertensi, termasuk lisinopril, terus dilakukan pemantauan capaian penggunaannya sebagai bagian dari upaya pengendalian tekanan darah pasien.

Analisis Capaian Pengendalian Hipertensi

Dari data yang tersedia:

  • Jumlah pasien hipertensi terdaftar dalam satu tahun: 2.677 pasien
  • Pasien dengan tekanan darah terkendali: 396 pasien
  • Pasien tidak terkendali: 910 pasien

Hal ini menunjukkan masih perlunya upaya intensif dalam meningkatkan kepatuhan dan keberhasilan terapi pasien hipertensi.

Upaya yang Dilakukan

Dalam meningkatkan pengendalian hipertensi, Puskesmas Kedungmundu telah melakukan berbagai upaya, antara lain:

  • Menghubungi pasien melalui nomor telepon yang tersedia
  • Melakukan kolaborasi dengan jejaring fasilitas kesehatan, terutama bagi pasien non-BPJS Kedungmundu
  • Bekerja sama dengan bina wilayah (binwil) dan kader kesehatan dalam pemantauan pasien di masyarakat

Penutup

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan hipertensi di Puskesmas Kedungmundu. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, jejaring layanan, dan kader kesehatan, diharapkan angka pengendalian hipertensi dapat terus meningkat sehingga kualitas hidup masyarakat menjadi lebih baik.

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018