Artikel

Bulan Peduli Kesadaran Kanker Payudara

 

Semarang-Bulan Kesadaran Kanker Payudara setiap Oktober menyadarkan bahwa ancaman sel kanker bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Faktor yang menjadi pemicu kanker salah satunya hidup tidak sehat, polusi, hingga faktor genetik. Sel kanker berkembang sangat cepat berbeda dengan sel normal.

Kanker payudara masih menjadi kanker penyebab kematian utama pada wanita, bahkan menurut sebuah studi, 1 dari 4 wanita penderita kanker menderita kanker payudara. Sedemikian menakutkannya penyakit ini membuat dunia internasional menggalakan kampanye meningkatkan kesadaran tentang bahaya kanker payudara guna menggalang dana untuk penelitian lebih lanjut guna mengetahui penyebab, diagnosa, pencegahan, pengobatan dan penyembuhan kanker payudara.

Kanker payudara juga menjadi masalah kesehatan utama pada wanita Indonesia. Tingginya jumlah penderita kanker payudara di Indonesia disebabkan karena rendahnya kesadaran dan pengetahuan wanita Indonesia dalam hal deteksi dini kanker payudara dengan pemeriksaan payudara mandiri dan mamografi.

Deteksi dini dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker payudara sampai 98%. Deteksi dini bisa dilakukan kapan saja dan siapa saja, tapi khusus untuk wanita yang berusia diatas 40 tahun, perlu dilakukan pemeriksaan setiap 1 sampai 2 tahun sekali.

Periksa Payudara Sendiri (SADARI) Sebelum Terlambat

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dilakukan dengan menggunakan tangan dan penglihatan untuk memeriksa apakah ada perubahan fisik pada payudara. Menyadari bagaimana bentuk normal payudara dan perubahan waktu ke waktu menjadi penting karena dari sinilah deteksi dapat dilakukan. Payudara umumnya akan terasa berbeda di masa menstruasi. Sebelum dan selama periode ini, kebanyakan wanita merasa payudaranya akan menjadi lebih kencang dan padat. Memasuki masa menopause, payudara akan terasa lebih kendur dan lembut.

Namun ada perubahan tertentu yang perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi adanya penyakit. Pemeriksaan payudara sendiri umumnya bertujuan untuk mengetahui bentuk payudara normal, menyadari ada tidaknya perubahan pada payudara, dan agar perubahan apa pun dapat segera dikonsultasikan dan tidak terlambat ditangani. Dengan deteksi dini payudara banyak wanita berhasil selamat dari kanker payudara.

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara?

Waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah beberapa hari setelah periode menstruasi berakhir. Pada masa menstruasi, kadar hormon berfluktuasi sehingga menyebabkan perubahan pada tubuh, termasuk payudara yang mengencang. Ada beberapa cara untuk melakukan pemeriksaan yang dapat dipilih sesuai dengan kenyamanan

Di depan cermin

Untuk melakukan pemeriksaan SADARI, memerlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut.

  • Perhatikan payudara kamu. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
  • Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
  • Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
  • Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara kamu, termasuk di bagian bawah.
  • Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting. Tempatkan jempol dan jari telunjuk di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

Saat mandi

Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan saat mand Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.

Berbaring

Pemeriksaan SADARI juga dapat dilakukan dengan berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.

  • Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.
  • Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.

Pastikan semua permukaan payudara telah teraba semua. Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan. Sebagian besar benjolan pada payudara juga merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker.

Jika Terdapat Perubahan

Benjolan atau perubahan payudara ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Tetapi memang hanya sedikit yang mengarah pada penyakit yang serius. Sekitar 1 dari 10 benjolan pada payudara bersifat kanker. Akan tetapi, kanker yang terlambat ditangani akan membawa dampak yang sangat serius. Oleh karenanya, segera periksakan diri ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri Anda menemukan:

  • Benjolan keras pada payudara atau ketiak.
  • Perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan.
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika Anda mengangkat payudara atau menggerakkan lengan.
  • Keluar cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
  • Keluar darah dari puting.
  • Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap, serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula.
  • Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam.
  • Ruam di sekitar puting.
  • Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara.

Pemeriksaan payudara secara klinis juga mungkin diperlukan untuk menentukan apakah benjolan dan penyebab perubahan pada payudara merupakan tanda dan gejala awal dari kanker payudara. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain adalah pemeriksaan fisik oleh dokter, dan pemeriksaan penunjang seperti: mammogram, magnetic resonance imaging (MRI), dan USG.  Jika terdapat kecurigaan akan adanya kanker, maka dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan biopsi.Pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kanker juga perlu dilakukan secara teratur agar kelainan pada payudara dapat diketahui sejak dini.

Sumber : Blogdokter.net , aladokter Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

Info Semarang