
SEMARANG - Zoonosis adalah penyakit infeksi yang dapat ditularkan secara alami dari hewan vertebrata (hewan bertulang belakang, seperti mamalia, burung, reptil) kepada manusia. Contoh penyakit zoonosis antara lain, flu burung, GHPR, Leptospirosis, Hanta, Rhiketsiasis, dll. Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit zoonosis, Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang melaksanakan Kegiatan Survei Tikus di wilayah Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang pada tanggal 14 - 16 Oktober 2025 dan di Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada tanggal 4–6 November 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini keberadaan Hantavirus, Rhiketsia dan Leptospira, yang diketahui dapat ditularkan melalui rodensia (tikus). Di Kelurahan Candi survei dilaksanakan di wilayah RW 4 RT 4, 5, dan 6 dengan pemasangan 104 perangkap per malam selama dua malam. Dari hasil kegiatan tersebut, diperoleh 16 ekor tikus dengan tingkat trap success sebesar 7,69%. Di Kelurahan Gemah survei dilaksanakan di wilayah RW 12 RT 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan pemasangan 120 perangkap per malam selama dua malam. Dari hasil kegiatan tersebut, diperoleh 39 ekor tikus dengan tingkat trap success sebesar 16,25%.
Spesies yang tertangkap meliputi:
Rattus rattus diardii (tikus rumah),
Rattus norvegicus (tikus got), dan
Suncus murinus (celurut).
Setiap tikus dilakukan pengambilan sampel darah, ginjal, dan paru serta pinjal untuk pemeriksaan laboratorium. Selain itu, tim juga melakukan pengambilan sampel darah human di 10 Puskesmas Kota Semarang, masing-masing sebanyak 20 sampel, dengan total 200 sampel darah yang akan diperiksa.
Sementara itu, perwakilan Balai Labkesmas Banjarnegara menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk tindak lanjut atas temuan penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait potensi paparan rodensia di wilayah perkotaan, kolaborasi ini diharapkan dapat menggambarkan situasi terkini mengenai potensi penyakit menular yang bersumber dari tikus di Kota Semarang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama lintas instansi untuk melindungi masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis serta memastikan kondisi kesehatan lingkungan tetap aman dan terkendali.


