>
>
Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional dalam Percepatan Penurunan Stunting

Berita

Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional dalam Percepatan Penurunan Stunting

Semarang, 21 Oktober 2025 — Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang, pemkot Semarang berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 20 kabupaten/kota terbaik se-Indonesia dalam percepatan penurunan stunting.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. H. Bima Arya Sugiarto, S.IP., M.A., dalam acara Pentaloka Nasional dan ADINKES Award 2025 yang digelar oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) di Hotel Lorin Dwangsa, Surakarta, Jawa Tengah, pada Selasa (21/10/2025).
Dari total 286 kabupaten/kota yang dinilai, Kota Semarang berhasil masuk dalam 20 besar terbaik nasional, menandakan efektivitas dan konsistensi upaya daerah dalam menurunkan prevalensi stunting.

Hingga September 2025, angka prevalensi stunting di Kota Semarang 2,76% (2.087 balita). Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor dan berbagai intervensi yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang yang hadir langsung menerima penghargaan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan komprehensif yang telah diterapkan.

“Upaya penurunan stunting di Kota Semarang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari remaja putri agar terhindar dari anemia, calon pengantin melalui pemeriksaan kesehatan pranikah, hingga ibu hamil dengan pemantauan kehamilan minimal enam kali (K6) dan layanan USG untuk deteksi dini preeklamsia,” jelas dr.Hakam.

Selain itu, intervensi juga difokuskan pada penanganan balita dengan masalah gizi, melalui layanan daycare yang telah tersebar di 16 kecamatan serta weekcare di seluruh puskesmas. Model layanan ini memungkinkan pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif dengan dukungan tenaga kesehatan dan kader, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua dalam menerapkan pola asuh dan gizi seimbang di rumah.

Keberhasilan Kota Semarang ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor, inovasi layanan, dan komitmen kuat pemerintah daerah dapat membawa dampak signifikan terhadap perbaikan status gizi anak.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga keberlanjutan program dan memastikan setiap anak di Kota Semarang tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” tutup Kepala Dinas Kesehatan.