
SEMARANG – Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) salah satunya melalui aktivitas fisik yang teratur dan terukur. Sebagai contoh penggerak GERMAS kepada masyarakat, pegawai Dinas Kesehatan Kota Semarang melaksanakan pengukuran kebugaran pada pegawai secara rutin 6 (enam) bulan sekali.
Pengukuran kebugaran (rockport) semester pertama dilaksanakan dalam 2 (dua) kloter. Kloter pertama telah dilaksanakan pada hari Jum’at, 20 Juni 2025 di Danau BSB Mijen yang diikuti oleh 177 orang pegawai (terdiri dari perwakilan bidang DKK, RS Mijen, Laboratorium Kesehatan, Instalasi Farmasi, Kepala Puskesmas, Peltu Puskesmas, dan Programer Kesorga Puskesmas). Kloter kedua dilaksanakan pada hari Jum’at, 25 Juli 2025 di GOR Tri Lomba Juang yang diikuti oleh 143 pegawai Dinas Kesehatan Kota Semarang yang belum melakukan rockport pada kloter pertama.

Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi:
Hasil pengukuran kebugaran dengan lintasan 1600 meter menggunakan Aplikasi SIPGAR di kloter pertama terdapat 2 orang (1,13%) dengan hasil kurang sekali, 45 orang (25,42%) dengan hasil kurang, 102 orang (57,63%) dengan hasil cukup, 20 orang (11,30%), 8 orang (4,52%) yang gagal. Hasil pengukuran kebugaran dengan lintasan 1600 meter (4x putaran GOR Tri Lomba Juang) terdapat 9 orang (6,29%) dengan hasil kurang sekali, 82 orang (57,34%) dengan hasil kurang, 51 orang (35,66%) dengan hasil cukup, 1 orang (0,7%) dengan hasil baik. Dari hasil tersebut sudah langsung diberikan rekomendasi program latihan fisik serta frekuensi latihan agar saat pengukuran selanjutnya hasilnya dapat meningkat.
Program pengukuran kebugaran ini juga rutin dilaksanakan untuk masyarakat umum, anak sekolah, calon jamaah haji, lansia, dan OPD lainnya. Harapannya, tubuh tidak cukup hanya sehat saja tetapi juga bugar, sehingga produktivitas semakin meningkat dan derajat kesehatan masyarakat semakin baik untuk menuju Indonesia Emas 2045.