Berita

Pemkot Semarang Lakukan Pendekatan Pesuasif kepada Masyarakat untuk Sukseskan Sub PIN Polio 100%

SEMARANG – Kementerian Kesehatan Menetapkan KLB (Kejadian Luar Biasa) Polio di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur setelah ditemukan kasus Polio di Klaten dan Madura. Imbas dari penetapan KLB tersebut, Kemkes melakukan respon cepat imunisasi Sub PIN Polio serentak kepada dua wilayah tersebut dan kabupaten Sleman mulai Senin 15 Januari 2024 lalu. Pelaksanaan Sub PIN Polio di Kota Semarang pertama kali dilakukan oleh Walikota Semarang di  Kawasan Graha Padma Semarang Barat. Mba Ita panggilan akrab Walikota Semarang menyampaikan bahwa sasaran penerima imunisasi sub PIN Polio di Kota Semarang sejumlah 202.956 anak berusia 0-7 tahun 11 bulan 29 hari.

 

Sub PIN Polio serentak akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama pada tanggal 15 – 21 Januari 2024 dan tahap kedua tanggal 19 – 25 Februari 2024. Kami sampaikan kota Semarng siap mensukseskan Sub PIN Polio untuk memutus rantai penularan penyakit polio dan meningkatkan kekebalan anak terhadap polio secara cepat dan merata di Kota Semarang.” Jelas Mba Ita.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr.Hakam menyebutkan Sub PIN Polio bisa didapatkan di 38 puskesmas Kota Semarang termasuk di posyandu, SD/MI sederajat, dan di Tk/Paud. dr. Hakam menjelaskan setiap anak akan mendaptakan 2 tetes vaksin polio jenis nOPV2 (Novel Oral Polio Vaccine Tipe 2) dan diberikan tanpa memandang status imunisasi anak sebelumnya.

“ Artinya anak yang sudah pernah mendapatkan imunisasi Polio sebelumnya tetap wajib mengikuti Sub PIN polio saat ini, dikarenakan vaksin polio imunisasi rutin yang sudah pernah diberikan sebelumnya untuk pencegahan virus polio tipe 1 dan 3, sedangkan Sub PIN Polio saat ini menggunaan Jenis vaksin nOPV2 untuk pencegahan polio akibat virus polio tipe 2 seperti jenis virus polio yang ditemukan di Klaten dan Pamekasan Madura.” Jelas dr.Hakam

dr. Hakam menyebutkan pihaknya mentargetkan capaian Sub PIN Polio ini 100% dari total sasaran, namun tidak dipungkiri bahwa selalu ada kendala dan tantangan dalam pelaksanaan imunisasi.

“ Tantangan tersebut kami sikapi dengan melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan menggandeng lintas sectoral termasuk tokoh-tokoh masyarakat yang paling dipercaya untuk melakukan pendekatan. Jadi perinsipnya kami akan bekerja semaksimal mungkin agar seluruh sasaran tercapai 100%.” Tambah dr.Hakam. Terakhir, dr,Hakam juga menyampaikan Penguatan edukasi dengan menggerakan promotor Kesehatan di setiap Puskesmas untuk meyakinkan masyarakat terhadap pentingnya imunisasi Sub PIN Polio ini. Harapannya tidak ada lagi kasus Polio di Indonesia terutama di Kota Semarang agar supaya generasi emas dan berkualitas dapat diwujudkan.