Kegiatan

EDUKASI DAN SKRINING HEPATITIS MISTERIUS DI SMP 18 SEMARANG, ADA YANG POSITIF?

Pasca covid 19 surut kini dunia tengah dibuat heboh dengan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Penyakit yang pertama kali ditemukan di Inggris raya dilaporkan terus meluas dan telah ditetapkan sebagai KLB pada tanggal 15 April 2022 oleh WHO.

Penyakit misterius ini belum diketahui penyebab dan obatnya. Gejala yang ditemukan pada pasien anak dengan hepatitis akut yaitu demam, mual dan muntah, diare berat, air kencing berwarna keruh, BAB berwarna pucat, kuning, kejang dan kesadaran menurun.

Mulai masuknya kasus hepatitis di Indonesia, PT Kimia Farma Diagnostika sebagai salah satu laboratorium dan klinik terbesar di Indonesia menyelenggarakan kegiatan Edukasi dan Skrining Hepatitis pada siswa di SMPN 18 Semarang (23/05/2022) sebagai upaya pencegahan penyakit hepatitis akut pada anak khususnya di Kota Semarang.

“Alhamdulillah di Kota Semarang hingga hari ini belum ditemukan kasus Hepatitis akut. Nanti akan dijelaskan gejala dan pencegahannya, jadi adik-adik harus menyimak agar bisa melakukan pencegahan” Ujar Ibu Nur Dian Rakhmawati, S.Kep.Ners,MPH. selaku Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Semarang saat membuka acara.

dr. Titik Suwarti saat memberikan edukasi menyampaikan bahwa hepatitis akut penularannya melalui saluran pencernaan dan pernapasan maka pencegahannya yaitu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun dan air mengalir, makan-makanan yang bersih dan matang serta memakai masker.

Sebanyak 100 siswa sangat antusias mengikuti skrining hepatitis. Mereka diambil sampel darahnya untuk dilakukan pemeriksaan SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase),  SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) serta anti HAV yang didukung oleh PT Kimia Farma diagnostika.

Ketua IDI Kota Semarang, dr. Elang Sumambar sangat mengapresiasi adanya sinergisitas dan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kimia Farma Diagnostik dan organisasi profesi. “Semoga kegiatan ini menjadikan suatu momen untuk langkah selanjutnya menghadapi tantangan di depan” pungkasnya.

Hasil akhir pemeriksaan sample dari 100 siswa tersebut sudah dirilis dan dinyatan negative semua. Semoga hasil tersebut bisa mengambarkan kondisi Kota Semarang untuk kewaspadaan dan menjadi pembelajaran bersama bilamana kejadian tersebut muncul di Kota Semarang.

Info Semarang