Kamis, 30 Juli 2026, Puskesmas Bulu Lor menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas kader kesehatan yang bertempat di Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh kader kesehatan dari seluruh wilayah kerja Puskesmas Bulu Lor sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat posyandu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Puskesmas Bulu Lor, Dien Hasana, S.K.M., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini menjadi mitra strategis puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kompetensi serta berperan aktif dalam mendukung berbagai program kesehatan, khususnya dalam upaya promotif dan preventif.
Materi pertama mengenai Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan Imunisasi Sekolah Lengkap (ISL) disampaikan oleh Bidan Susi. Dalam paparannya dijelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu upaya paling efektif untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Disampaikan pula bahwa masih terdapat anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap sehingga berpotensi meningkatkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB). Kader diberikan pemahaman mengenai jadwal dan jenis imunisasi dasar, seperti HB0, BCG, Polio, Pentabio, PCV, Rotavirus, dan MR, beserta manfaat masing-masing imunisasi. Selain itu dijelaskan pula jadwal pelaksanaan Imunisasi Sekolah Lengkap (ISL), meliputi pemberian vaksin MR dan HPV pada bulan Agustus serta vaksin DT dan Td pada bulan November. Kader diharapkan dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat agar anak memperoleh imunisasi secara lengkap dan tepat waktu.
Selanjutnya, materi mengenai Program PKAT (Pelayanan Kesehatan Anak Terintegrasi) disampaikan oleh dr. Anissa Minarni. PKAT merupakan pelayanan pemeriksaan kesehatan anak yang dilakukan secara komprehensif dan terpadu dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif melalui kolaborasi tenaga kesehatan dan kader. Materi menekankan pentingnya pemantauan status gizi, kelengkapan imunisasi, stimulasi tumbuh kembang, identifikasi kekhawatiran orang tua, kondisi lingkungan pengasuhan, serta edukasi menggunakan Buku KIA. Sasaran utama PKAT adalah bayi yang memasuki usia tepat enam bulan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan rutin untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah stunting sejak dini.
Materi berikutnya membahas Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Siklus Hidup. Dalam sesi ini disampaikan pentingnya pendekatan pelayanan kesehatan yang dilakukan sesuai tahapan siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif hingga lanjut usia. Kader didorong untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi, melakukan deteksi dini faktor risiko, serta mendampingi masyarakat agar memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan pada setiap fase kehidupan.
Pada sesi terakhir, Riladini Ayu selaku Program Gizi Puskesmas Bulu Lor menyampaikan Evaluasi Kegiatan Posyandu Balita. Evaluasi dilakukan sebagai bahan perbaikan pelaksanaan posyandu agar pelayanan kepada balita semakin optimal. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya ketepatan pencatatan dan pelaporan, peningkatan cakupan kehadiran sasaran, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin, serta penguatan koordinasi antara kader dan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh kader kesehatan semakin memahami berbagai program prioritas Puskesmas Bulu Lor serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan di masyarakat. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan dan kader, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Bulu Lor dapat terus meningkat.