1

Puskesmas Bandarharjo Gelar FGD Tematik: Sinergi Lintas Sektor Eliminasi Kusta di Masyarakat

Ditulis 2026-06-30 11:25:43

Semarang, 18 Juni 2026 – Dalam upaya mewujudkan wilayah yang bebas dari penyakit Kusta, Puskesmas Bandarharjo menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektoral (Lokmin Linsek) bertempat di Aula Puskesmas Bandarharjo pada Kamis (18/06). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini mengusung format Focus Group Discussion (FGD) tematik dengan agenda utama: Penanggulangan dan Pencegahan Kasus Kusta.

Diskusi strategis ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari empat wilayah kerja Puskesmas, yaitu Kelurahan Bandarharjo, Tanjungmas, Dadapsari, dan Kuningan. Peserta yang hadir meliputi perangkat kelurahan, perwakilan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK), Tim Penggerak PKK, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Menghapus Stigma, Merangkul Pengobatan

Tema Kusta dipilih sebagai fokus diskusi bulan ini guna menekan angka penularan sekaligus mengatasi tantangan terbesar dalam penanganan Kusta, yakni stigma sosial. Banyak penderita yang enggan berobat karena rasa malu atau kurangnya pemahaman masyarakat bahwa Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan.

"Kusta bukan kutukan dan bukan penyakit keturunan. Kunci utama penyembuhannya adalah deteksi sedini mungkin dan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita, melainkan mendorong mereka untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas Bandarharjo," ujar perwakilan tim medis dalam sesi diskusi.

FGD: Solusi dari Akar Rumput

Dalam sesi Focus Group Discussion, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk merumuskan langkah nyata. Beberapa solusi yang dihasilkan antara lain:

  1. Deteksi Dini Berbasis Wilayah: Kader FKK dan PKK di tingkat RT/RW akan dibekali pengetahuan dasar untuk mengenali tanda-tanda awal Kusta, seperti bercak putih atau merah yang mati rasa pada kulit.

  2. Edukasi Humanis: Perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat akan dilibatkan dalam menyosialisasikan bahwa pengobatan Kusta di Puskesmas tersedia secara gratis dan pasien tetap dapat beraktivitas normal selama menjalani masa penyembuhan.

  3. Pendampingan Pasien: Mengaktifkan peran pendamping dari unsur masyarakat untuk memastikan penderita Kusta di wilayahnya rutin melakukan kontrol dan minum obat hingga tuntas.

Komitmen untuk Wilayah Sehat

Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk terus memantau dan melaporkan temuan kasus baru agar Puskesmas dapat segera melakukan penanganan. Sinergi antara perangkat kelurahan, PKK, LPMK, dan Puskesmas diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana penderita Kusta merasa aman untuk mencari pengobatan tanpa takut akan stigma.

Puskesmas Bandarharjo mengingatkan kepada seluruh warga, jika Anda atau keluarga menemukan tanda-tanda bercak pada kulit yang mati rasa, jangan ragu untuk segera datang ke layanan kesehatan. Kusta bisa disembuhkan, mari kita dukung penderitanya untuk pulih kembali.

 

View this post on Instagram

A post shared by Puskesmas Bandarharjo Semarang (@puskesmas_bandarharjo)

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018