Leptospirosis: Infeksi Bakteri yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini sering meningkat kasusnya saat musim hujan atau banjir karena bakteri dapat menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus.
Bagaimana Penularannya?
Seseorang dapat tertular leptospirosis ketika kulit yang terluka atau selaput lendir (mata, hidung, mulut) kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi bakteri. Risiko lebih tinggi pada orang yang sering terpapar air banjir, pekerja kebersihan, petani, atau mereka yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik.
Gejala Leptospirosis
Gejala biasanya muncul 2–14 hari setelah terpapar, antara lain:
- Demam tinggi mendadak
- Sakit kepala
- Nyeri otot (terutama betis)
- Mata merah
- Lemas
- Kekuningan pada kulit
Pada kasus berat, leptospirosis dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal, perdarahan, hingga gangguan pernapasan.
Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Hindari kontak langsung dengan air banjir jika memungkinkan
- Gunakan sepatu boots dan sarung tangan saat membersihkan lingkungan
- Tutup luka dengan perban tahan air
- Jaga kebersihan lingkungan dan kendalikan populasi tikus
Pentingnya Penanganan Dini
Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik jika ditangani sejak dini. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala setelah terpapar air banjir.
Kesadaran dan kewaspadaan, terutama saat musim hujan, sangat penting untuk mencegah dampak serius dari leptospirosis.