“Optimalkan Kesehatan Gizi Lansia”
Lansia seringkali menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk masalah gizi yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka. Tiga kondisi kesehatan yang umum pada lansia dan memiliki dampak signifikan pada asupan gizi mereka adalah hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit jantung. Mari kita tinjau masalah gizi yang khas pada kondisi-kondisi ini dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kesehatan gizi lansia.
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah dalam arteri tubuh. Peningkatan tekanan ini dapat menempatkan tekanan ekstra pada dinding arteri dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan vaskular lainnya. Pada lansia, hipertensi lebih umum karena faktor-faktor seperti kekakuan arteri yang meningkat seiring bertambahnya usia, peningkatan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan perubahan hormon. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya.1
Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala yang nyata, sehingga sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam." Faktor risiko hipertensi melibatkan gaya hidup, seperti pola makan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan, bersama dengan faktor genetik. Pengelolaan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup, seperti mengadopsi pola makan sehat dan berolahraga secara teratur, bersama dengan penggunaan obat-obatan jika diperlukan. Deteksi dan pengelolaan dini hipertensi penting untuk mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup individu yang bersangkutan.2
Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus pada lansia adalah kondisi kronis yang ditandai oleh ketidakseimbangan produksi dan penggunaan insulin, yaitu hormon yang mengatur kadar gula darah. Lansia memiliki risiko tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2, di mana sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Faktor risiko seperti peningkatan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan kecenderungan genetik dapat memperburuk kondisi ini. Diabetes pada lansia dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk komplikasi kardiovaskular, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, dan penyembuhan luka yang lambat. Pengelolaan diabetes pada lansia melibatkan perubahan gaya hidup, kontrol berat badan, dan penggunaan obat-obatan atau obay insulin sesuai kebutuhan. Pentingnya pemantauan rutin kadar gula darah dan kerjasama dengan tim perawatan kesehatan menjadi krusial untuk mengelola kondisi ini dan mencegah komplikasi yang mungkin timbul. Pada lansia dengan diabetes, manajemen asupan karbohidrat menjadi kunci. Mereka disarankan untuk mengontrol porsi makan, memilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, beras meah, kacang-kacangan dan sayuran. Serta, menghindari konsumsi gula berlebih. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada asupan serat yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.3,4
Gejala diabetes mellitus melibatkan serangkaian tanda yang dapat memengaruhi keseharian seseorang. Gejala umum termasuk seringnya buang air kecil (poliuria), peningkatan rasa haus dan lapar yang tidak wajar, penurunan berat badan yang tidak diinginkan, serta kelelahan dan lemas. Penderita diabetes juga dapat mengalami penurunan ketajaman visual, luka yang sulit sembuh, dan infeksi yang sering terjadi. Peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan suasana hati, iritabilitas, dan gangguan fungsi saraf yang dapat mengakibatkan kesemutan atau kebas pada tangan dan kaki. Gejala ini dapat berkembang secara perlahan, dan dalam beberapa kasus, diabetes mellitus tipe 2 mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Penting untuk menyadari gejala ini dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.3,4
Penyakit Jantung
Penyakit jantung adalah salah satu penyebab utama kematian pada lansia. Lansia cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit jantung karena proses penuaan yang menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada jantung dan pembuluh darah. Gejala penyakit jantung pada lansia melibatkan nyeri dada, sesak napas, kelelahan yang berlebihan, dan peningkatan risiko serangan jantung atau gagal jantung. Faktor risiko seperti perokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan gaya hidup yang kurang sehat dapat memperburuk kondisi ini. Pencegahan penyakit jantung pada lansia melibatkan adopsi gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan kontrol faktor risiko. Dalam hal masalah gizi, fokus utama adalah mengurangi asupan lemak jenuh dan trans, serta memilih lemak sehat seperti omega-3 yang dapat ditemukan dalam ikan dan kacang-kacangan. Asupan serat juga penting untuk mendukung kesehatan jantung, dan konsumsi buah-buahan dan sayuran yang kaya akan serat harus ditingkatkan.5
Tips Umum untuk Meningkatkan Kesehatan Gizi Lansia
Selain memperhatikan masalah gizi khusus pada kondisi tertentu, ada beberapa tips umum yang dapat membantu meningkatkan kesehatan gizi lansia:
Menurut Permenkes RI No. 30 tahun 2013 pembatasan GGL yaitu gula 4 sendok makan (50 g), garam 1 sdt (5 g), dan lemak/minyak 5 sdm (67 g). Pembatasan gula, garam, dan lemak dalam diet menjadi penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Gula yang berlebihan, terutama yang berasal dari tambahan gula dan makanan olahan, dapat berkontribusi pada risiko obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Pembatasan garam diperlukan untuk mengontrol tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan hipertensi. Lebih lanjut, lemak jenuh dan trans yang berlebihan, yang umumnya ditemukan dalam makanan olahan dan makanan cepat saji atau gorengan, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, mengadopsi pola makan rendah gula, garam, dan lemak, serta fokus pada sumber makanan alami seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak, dapat membantu mendukung kesehatan jantung, mengelola berat badan, dan mencegah penyakit kronis lainnya. Kesadaran akan kandungan gizi dalam makanan, membaca label gizi, dan membuat pilihan makanan yang bijaksana menjadi langkah penting dalam mencapai diet yang seimbang dan mendukung kesehatan optimal.8,9
Dengan memahami masalah gizi khusus pada lansia, kita dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan kesehatan gizi mereka. Penting untuk melibatkan profesional kesehatan dalam merancang rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan individu dan memastikan bahwa lansia tetap mendapatkan nutrisi yang diperlukan untuk menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna.
Daftar Pustaka
1. Oliveros E, Patel H, Kyung S, Fugar S, Goldberg A, Madan N, et al. Hypertension in older adults: Assessment, management, and challenges. Clin Cardiol. 2020 Feb;43(2):99–107.
2. Fatima S, Mahmood S. Combatting a silent killer - the importance of self-screening of blood pressure from an early age. EXCLI J. 2021;20:1326–7.
3. Kalra S, Sharma SK. Diabetes in the Elderly. Diabetes Ther Res Treat Educ diabetes Relat Disord. 2018 Apr;9(2):493–500.
4. Chentli F, Azzoug S, Mahgoun S. Diabetes mellitus in elderly. Indian J Endocrinol Metab. 2015;19(6):744–52.
5. Bonanad C, Fernández-Olmo R, García-Blas S, Alarcon JA, Díez-Villanueva P, Mansilla CR, et al. Cardiovascular prevention in elderly patients. J Geriatr Cardiol. 2022 May;19(5):377–92.
6. Zafari N, Asgari S, Lotfaliany M, Hadaegh A, Azizi F, Hadaegh F. Impact Of Hypertension versus Diabetes on Cardiovascular and All-cause Mortality in Iranian Older Adults: Results of 14 Years of Follow-up. Sci Rep [Internet]. 2017;7(1):1–8. Available from: http://dx.doi.org/10.1038/s41598-017-14631-2
7. Watso JC, Farquhar WB. Hydration Status and Cardiovascular Function. Nutrients. 2019 Aug;11(8).
8. Petrie JR, Guzik TJ, Touyz RM. Diabetes, Hypertension, and Cardiovascular Disease: Clinical Insights and Vascular Mechanisms. Can J Cardiol [Internet]. 2018;34(5):575–84. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0828282X1731214X
9. Mahan LK, Raymond J. Krause’s Food & The Nutrition Care Process. 2017. 721 p.

Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI) Pusat berharap para orang lanjut usia tetap aktif berolahraga demi menjaga kebugaran tubuh. Hal ini sekaligus juga mendukung terwujudnya Indonesia bugar.(foto:raiky/kemenpora.go.id)