
Semarang, 30 April 2025 - Puskesmas Lamper Tengah menjadi pusat kolaborasi penting dalam upaya mewujudkan Desa Iklim di wilayahnya. Pertemuan yang dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan iklim di tingkat lokal.
Diskusi hangat dan konstruktif mewarnai jalannya pertemuan. Berbagai isu terkait kesehatan yang rentan terhadap perubahan iklim, seperti peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit bawaan air, menjadi fokus utama. Selain itu, dibahas pula upaya adaptasi di sektor lain seperti ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Kepala Puskesmas Lamper Tengah menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan partisipasi aktif seluruh peserta. Beliau menekankan bahwa mewujudkan Desa Iklim bukanlah tugas yang bisa diemban sendiri oleh puskesmas, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.
"Kesehatan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Dengan adanya Desa Iklim, kita berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi serta memitigasi dampak perubahan iklim, sehingga kesehatan dan kesejahteraan warga Lamper Tengah dapat lebih terjamin," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati beberapa rencana tindak lanjut, antara lain pembentukan tim relawan Desa Iklim, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan, serta pengembangan program-program inovatif yang mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat desa.
Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terpancar dalam pertemuan ini menjadi modal berharga dalam mewujudkan Desa Iklim yang tangguh di Puskesmas Lamper Tengah. Diharapkan, inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya kolektif menghadapi tantangan perubahan iklim demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.