1

Ancaman Leptospirosis Mengintai Setelah Banjir Surut

Ditulis 2025-03-27 09:25:22

           

Banjir tidak hanya membawa kerusakan materi, tetapi juga risiko penyakit, salah satunya adalah leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi, seperti tikus, anjing, dan sapi. Air banjir yang terkontaminasi urine hewan tersebut menjadi media penularan yang efektif.

Manusia dapat terinfeksi leptospirosis melalui kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi, terutama jika terdapat luka terbuka pada kulit. Anak-anak yang sering bermain di air banjir sangat rentan terhadap penyakit ini.

        

Gejala leptospirosis bervariasi, mulai dari gejala ringan seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, hingga gejala berat seperti gagal ginjal dan meningitis. Oleh karena itu, penting untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala-gejala tersebut setelah terpapar air banjir.

Pencegahan Leptospirosis:

  • Hindari bermain atau beraktivitas di air banjir.
  • Gunakan perlengkapan pelindung, seperti sepatu bot dan sarung tangan, jika terpaksa harus beraktivitas di air banjir.
  • Jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah terpapar air banjir.
  • Segera obati luka terbuka pada kulit.
  • Kendalikan populasi hewan pengerat di lingkungan sekitar.

Statistik Pengunjung

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Jl. Pandanaran No 79 Semarang
Telp. (024) 8415269 - 8318070

Copyright Dinas Kesehatan Kota Semarang 2018