.jpg)
Demam Berdarah masih menjadi masalah utama kesehatan di Kota Semarang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, mulai dari upaya pencegahan sampai penanggulangan. Upaya yang akan dilakukan dan perlu dukungan dari seluruh sektor adalah Penyelenggaraan Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia.
Kota Semarang terpilih sebagai salah satu dari 5 Kabupaten/Kota dalam pilot project Penyelenggaraan Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
WINGKO SEMARANG atau Wolbachia Ing Kota Semarang merupakan tagline yang kita usung bersama dalam upaya pengendalian DBD dengan Teknologi Wolbachia. Penerapan teknologi ini terbukti dapat menurunkan kasus kejadian Demam Berdarah sebesar 77% dan dapat menurunkan beban perawatan di rumah sakit akibat DBD sebesar 86%. Teknologi ini merupakan pelengkap dari Program Pengendalian DBD lainnya seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemantauan Jentik Nyamuk (PJN).
Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia ini mampu menghambat perkembangan virus Dengue, Zika dan Chikungunya serta sudah terbukti aman. Wilayah yang sudah menerapkan teknologi ini diantaranya adalah Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta. Implementasi Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia terbukti mampu menurunkan kasus sebanyak 77% dan biaya perawatan sebanyak 86%.
Harapannya masyarakat Kota Semarang dapat mendukung upaya ini dan menjadi Orang Tua Asuh untuk Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia serta tetap giat melakukan upaya pengendalian DBD lainnya seperti PJN dan PSN

Dalam rangka implementasi teknologi Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia di Kota Semarang maka hari ini tanggal 19 Agustus 2024 dilaksanakan rilis pertama pelepasliaran nyamuk Aedes Aegypti ber-wolbahia di Kelurahan Lamper Tengah. Kegiatan ini dilakukan Bersama lintas sektoral yang ada kecamatan Semarang Selatan.
Mari sukseskan bersama WINGKO Semarang (Wolbachia Ing Kota Semarang) dan Mari turunkan kejadian DBD di Kota Semarang.