Semarang, 28 Maret 2026 – UPTD Puskesmas Kedungmundu kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pelayanan kesehatan primer melalui kegiatan kunjungan akademisi internasional yang berfokus pada implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan ini menjadi momen penting dalam berbagi praktik baik serta memperluas wawasan lintas negara di bidang kesehatan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyambutan hangat yang dibawakan oleh drg. Andreas Jatmiko bersama Daranida selaku PIC Pemberdayaan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ibu Gita yang menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat primer.
Memasuki sesi inti, tim Puskesmas Kedungmundu memaparkan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) yang telah berjalan di wilayah kerja, khususnya pada tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), yaitu:
Selain itu, dijelaskan pula integrasi layanan di tingkat posyandu, termasuk mekanisme rujukan berjenjang dari posyandu ke puskesmas pembantu (pustu). Sistem ini bertujuan untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang tepat dan berkelanjutan.
Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video yang menampilkan praktik pelaksanaan ILP di puskesmas, pustu, dan posyandu. Setelah itu, sesi tanya jawab berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, khususnya terkait peran kader dan sistem pelayanan terintegrasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh akademisi dari Jepang, yaitu:
Kehadiran mereka menjadi bagian dari studi lapangan untuk memahami sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas di Indonesia, khususnya model integrasi layanan primer yang diterapkan di Puskesmas Kedungmundu.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Posyandu ILP RW 04 Sendangguwo. Pada sesi ini dijelaskan secara langsung alur pelayanan 5 langkah posyandu, yaitu:
Selain itu, tim juga memaparkan penggunaan kartu bantu untuk rekap data sasaran posyandu, serta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang terjadwal dari dinas. Dalam kesempatan ini, mahasiswa Jepang juga melakukan pengisian kuesioner terkait peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Pustu Sendangguwo, di mana peserta mendapatkan penjelasan mengenai jenis pelayanan yang tersedia serta sistem klaster pelayanan di pustu. Disampaikan pula peran penting kader dalam membantu pencatatan jumlah kunjungan pasien, yang digunakan sebagai dasar pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah binaan.
Sebagai penutup, rombongan melakukan room tour di Puskesmas Kedungmundu untuk melihat secara langsung berbagai layanan yang tersedia. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai alur pelayanan serta fasilitas yang mendukung implementasi Integrasi Layanan Primer secara menyeluruh.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi internasional serta menjadi sarana berbagi pengetahuan dalam pengembangan sistem pelayanan kesehatan primer. Puskesmas Kedungmundu terus berupaya menghadirkan inovasi layanan yang terintegrasi, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Prima Melayani Sehat Bersama Kami” menjadi semangat dalam setiap langkah pelayanan yang diberikan.