Artikel

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Fokus pada Kesehatan Mental Remaja

Semarang – Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) atau World Mental Health Day diperingati setiap tanggal 10 Oktober. Peringatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seputar kesehatan jiwa dan juga untuk menghormati hak ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan). Peringatan Hari Kesehatan JIwa tahun ini, WHO dan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia memfokuskan pada kesehatan mental usia remaja yang dikenal lebih rentan dibanding dengan usia lainnya.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah, sebuah penelitian bersumber dari dailymail.co.uk berhasil menemukan jawaban bahwa masa remaja atau pubertas adalah proses biologis yang menentukan perkembangan remaja baik secara fisiologi maupun psikologi. Namun dampak yang terjadi dari proses ini masih kurang mendapatkan penjelasan yang nyata.

Salah satu dampak yang terasa adalah remaja menjadi lebih sensitif sehingga rentan depresi. Hal tersebut terjadi karena ketika memasuki masa remaja terjadi pemasukan aliran darah yang sangat besar ke otak. Bagian dari otak yang tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup akan menjadi daerah yang sensitif dan rentan akan kecemasan serta depresi. Bahkan kondisi tersebut dapat berdampak buruk pada remaja wanita. Mereka memiliki struktur otak yang berbeda dengan pria sehingga memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena skizofrenia. Hormon estrogen yang memasok darah yang lebih banyak ke otak pada tubuh wanita juga menjadi salah satu alasannya.

Kondisi stress dan depresi sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja jika kita tidak pandai mengelola emosi. Gangguan-gangguan yang timbul ketika kita tidak bisa mengelola emosi juga akan berpengaruh terhadap gangguan kesehatan fisik kita. Jadi kelola emosi kita dengan baik dan jangan lupa bahagia ya.

Info Semarang