A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Berita

Himbauan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Kepada Warga Kota Semarang Dibulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA)

Semarang – Bulan Eliminasi Kaki GAjah (BELKAGA) dilaksanakan pada bulan Oktober pada setiap tahun sejak tahun 2015 sampai saat ini. Walaupun kota Semarang bukan daerah endemis kaki gajah, namun sejak 2011 sampai 2018 ini telah ditemukan 33 kasus yang terjadi pada warga Semarang. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Dinas Kota Semarang, dr.Widoyono MPH saat ditemui di ruangannya Senin (8/10). Bertepatan dengan Bulan Eliminasi Kaki Gajah ini, beliau menghimbau kepada warga kota Semarang supaya berhati-hati terhadap penularan virus kaki gajah melalui gigitan nyamuk. Beliau juga menyebutkan daerah yang rentan dengan penularan kaki gajah di kota Semarang berada di Kaligawe dan Sawah Besar yang merupakan daerah rawa-rawa. Dua lokasi tersebut selama ini dikenal memiliki saluran sanitasi yang kurang baik, sehiingga mengakibatkan munculnya sarang nyamuk yang berpotensi membawa kuman penyakit bernama latin elefantiasis.

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun. Penyakit ini disebab­kan cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Cacing tersebut berada di saluran getah bening, terutama di daerah pangkal paha dan ketiak serta saluran getah bening besar lainnya. Saluran getah bening tersebut dapat mengalami kerusakan dan timbul peradangan. Semua jenis nyamuk bisa menularkan Kaki Gajah seperti nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan, nyamuk rawa-rawa dan nyamuk sawah.

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Pada tahap awal, penderita penyakit Kaki Gajah akan mengalami gejala demam dan peradangan saluran getah bening. Terjadi bengkak pada lipatan paha atau ketiak disertai rasa panas dan nyeri. Pada tahap kronis, terjadi pembesaran pada bagian-bagian tubuh seperti tangan, kaki, bahkan payudara dan buah zakar yang diakibatkan oleh kerusakan saluran getah bening. Pembesaran ini dapat terus berlanjut dan menimbulkan cacat seumur hidup. Namun ada juga penderita penyakit Kaki Gajah yang tidak menunjuk­kan gejala sama sekali.

Eliminasi Penyakit Kaki Gajah di Indonesia

Indonesia menetapkan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah sebagai salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit menular, dengan menerapkan dua strategi utama yakni ,memutuskan rantai penularan penyakit Kaki Gajah dengan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Penyakit Kaki Gajah di Kabupaten/ Kota Endemis Penyakit Kaki Gajah dan upaya pencegahan serta membatasi kecacatan dengan melaksanakan program Penatalaksanaan Penderita Penyakit Kaki Gajah.

Untuk menghentikan siklus hidup cacing filaria secara permanen, POPM Penyakit Kaki Gajah harus dilak­sanakan sekali setahun selama minimal lima tahun berturut-turut di seluruh wilayah kabupaten/kota endemis penyakit Kaki Gajah. Semua orang berusia 2-70 tahun wajib minum obat pencegah penyakit Kaki Gajah; kecuali anak di bawah 2 tahun, ibu hamil dan orang yang sedang sakit berat. Ibu hamil dapat minum obat pencegah Kaki Gajah setelah melahirkan sedangkan orang yang berpenyakit berat dapat minum obat pencegah penyakit Kaki Gajah di bawah pengawasan dokter. Dengan melaksanakan kegiatan ini setiap tahun selama minimal lima tahun berturut­-turut, diharapkan Indonesia dapat mencapai kondisi bebas penyakit Kaki Gajah pada tahun 2020.

Info Semarang