Artikel

Yuk Skrining Hepatitis B di Puskemas Terdekat, Terutama untuk Ibu Hamil dan Kelompok Beresiko

Hepatitis B adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang hati, dapat bersifat akut dan kronik serta dapat menyebabkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati. Diperkirakan 2 milyar penduduk dunia telah terinfeksi Virus Hepatitis B dan lebih dari 240 juta orang pengidap hepatitis kronik.

Gejala klinis Hepatitis pada umumnya berupa kelelahan, kurangnya nafsu makan, mual, muntah, urine yang berwarna lebih pekat tetapi sebagian besar tidak menunjukan gejala klinis atau asistomatis.

Cara penularan penyakit ini bisa melalui vertikal yakni penularan yang terjadi pada masa perinatal yaitu penularan dari ibu kepada anaknya yang baru lahir. Jika seorang ibu hamil carier Hepatitis B dan HbeAg positif maka bayi yang dilahirkan 90% kemungkinan terinfeksi. Sekitar 25% dari jumlah tersebut akan meninggal karena Hepatitis kronik atau kanker hati.

Sedangkan penularan Hepatitis secara horizontal adalah penularan dari individu pengidap ke individu lain melalui jarum suntik tidak steril dan penularan ini terjadi pada tempat dengan endeminitas rendah.

Data dari kemenkes tahun 2017, Setiap tahun terdapat 5,3 juta ibu hamil. Hepatitis B (HBsAg) reaktif pada ibu hamil rata-rata 2,7%, maka setiap tahun diperkirakan terdapat 150 ribu bayi yang 95% berpotensi mengalami hepatitis kronis (sirosis atau kanker hati) pada 30 tahun ke depan. Sementara itu satu kasus sirosis membutuhkan biaya 1 miliar dan pengobatan kanker hati sekitar 5 miliar dengan angka kesembuhan yang minim.

Dari data tersebut, Kemenkes berupaya mengendalikan Hepatitis dengan target pada tahun 2018 sebesar 60% kabupaten/kota melakukan deteksi dini Hepatitis B, dan 90% kabupaten/kota melakukan deteksi dini Hepatitis B pada 2019, serta eliminasi Hepatitis B pada 2020.

Deteksi dini yang disarankan kemenkes adalah dengan cara skrining Hepatitis B di Puskesmas terdekat. Himbauan skrining ini terutama untuk ibu hamil dan juga kelompok beresiko seperti pengguna jarum suntik tidak steril, pelaku seks berganti-ganti pasangan, pasangan homosex, penerima tranfusi darah yang terinfeksi virus Hepatitiis B dan orang-orang yang bekerja dengan resiko tertular virus Hepatitis B (Peneliti, petugas laboratorium dan petugas kesehatan).

Mari sehatkan generasi bangsa  khususnya sedulur ibu hamil  di semarang dan sedulur  smuanya segera lakukan screning  hepatitis B di puskesmas. Salam sehat seduluran selawase.

Info Semarang