Berita

Penyuluhan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) oleh DKK Semarang

Semarang- DKK Semarang mengadakan penyuluhan keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) pada hari Kamis (26/7) yang bertempat di aula DKK Semarang dan dihadiri oleh 39 orang peserta.  Bisnis rumahan (usaha rumahan) sebelum memasarkan produk yang dijual ke masyarakat, diperlukan Perizinan PIRT untuk produk jenis makanan/minuman. Izin PIRT penting karena sebagai jaminan bahwa usaha makanan/minuman rumahan yang dijual memenuhi standar produk keamanan pangan. 

Izin PIRT berlaku selama 5 tahun dan wajib untu produk olahan makanan dan minuman yang daya tahannya di atas 7 hari. Sedangkan untuk makanan dan minuman yang kurang dari 7 hari daya tahannya tidak diwajibkan, namun tetap diperbolehkan jika ingin mendapatkan ijin PIRT. Makanan dan minuman tersebut tidak termasuk catering dan nasi box karena termasuk golongan Layak Sehat Jasa Boga yang mana ijinnya hanya 6 bulan atau bisa sampai 3 tahun jika produknya sudah bagus.

Pengurusan Perizinan PIRT  memerlukan beberapa persyaratan seperti berikut:

  • Fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) pemilik usaha rumahan,
  • Pas foto 4×16 pemilik usaha rumahan sebanyak 3 lembar,
  • Denah lokasi,
  • Data produk makanan atau minuman yang diproduksi,
  • Sampel hasil produksi makanan atau minuman yang diproduksi,
  • Label yang akan dipakai pada produk makanan minuman yang diproduksi,
  • Mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan untuk mendapatkan SPP-IRT. 

Ijin PIRT tidak berlaku untuk produk : Susu dan hasil olahannya, daging, ikan, unggas, dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku, pangan kaleng, minuman beralkohol, air minum dalam kemasan (AMDK), pangan lain yang wajib memenuhi persyaratan SNI.  Waktu penyuluhan dimulai dari pk 08.00-17.00 diisi  dengan materi tentang Bahan Tambahan Pangan, Label Makanan, Keamanan Makanan dan Bakteri Penyebab Keracunan serta cara mendesain dan menerapkan cara produksi pangan yang baik.

Sebelum diisi materi, peserta penyuluhan mengisi pra test seputar standar keamanan pangan, dan diakhir penyuluhan akan ada tes lagi seputar materi yang sudah diberikan. Peserta yang lolos akan mendapatkan Sertifikat PKP ( Penyuluhan Kelayakan Pangan). Proses selanjutnya setelah peserta mendapat  sertifikat PKP, maka akan diadakan kunjungan lapangan oleh DKK ke lokasi produkis. Jika hasil kunjungan ke lokasi produksi sudah memenuhi standar, maka ijin PIRT akan dikeluarkan untuk produk yang sudah didaftarkan.

Info Semarang