Berita

Roadshow Monitoring dan Evaluasi Pokjanal DBD di Seluruh Kecamatan Kota Semarang

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang terus berupaya untuk optimalisasi penanggulangan dan penanganan kasus DBD yang ada di Kota Semarang.

Selain program di lapangan yang sudah berjalann seperti PSN rutin, SICENTIK ( Siswa Cari Jentik ), Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik juga sosialisasi dan edukasi terkait DBD, Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit juga mengadakan monitoring dan evaluasi ( Monev ) situasi DBD yang ada di Kota Semarang bersama Pokjanal ( Tim Kelompok Kerja Operasional ) BDB  di setiap Kecamatan.

Monev dilakukan sejak pertengahan bulan Januari lalu secara terjadwal dengan masing-masing Kecamatan. Senin (18/3) lalu merupakan Monev Pokjanal BDB terakhir yang bertempat di Kecamatan Semarang Selatan.

Rapat dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Maga Gautama M.Kes didampingi Camat Semarang Selatan Eko Yuniarto, S.IP, MM dengan peserta dari seluruh lurah di Kecamatan Semarang Selatan, Tim Penggerak PKK, Polsek, Kemenag, Babinkamtibnas dan Gasurkes.

Hal-hal yang dipaparkan dalam monev tersebut meliputi kegiatan-kegiatan berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan DBD yang ada di wiliayah masing-masing Kecamatan.

Hasil analisa situasi DBD Kota Semarang tahun 2019 data sampai dengan minggu ke-10, tercatat 168 penderita dengan 8 meninggal. Penderita terbanyak terjadi pada laki-laki dengan persentase 64% dan perempuan 36% dan rentan usia paling banyak adalah anak usia 10-14 tahun. ABJ ( Angka Bebas Jentik ) tertinggi ada di Kecamatan Mijen dengan persentase 92.33 % dan terendah Kecamatan Semarang Selatan 82.56 %.

Tujuan Monev ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap masyarakat dengan perilaku dan lingkungan yang sehat sehingga terhindar dari DBD.

Info Semarang