Berita

Rakor Penguatan Kota Semarang Menuju Kota Sehat Wistara 2019

SEMARANG – Dalam rangka mempersiapkan Kota Semarang menuju Kota Sehat Swasti Saba Wistara tahun 2019, pemerintah Kota Semarang mengadakan pertemuan dengan lintas sektor untuk penguatan koordinasi dalam persiapan menuju Kota Sehat Wistara pada Selasa, (12/3) di Hotel Grasia Semarang. Hadir dalam pertemuan tersebut Walikota Semarang didampingi Skretaris Daerah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Setelah dideklarasikan sebagai Kota Sehat tahun 2014, Kota Semarang langsung meraih Penghargaan Swasti Saba Padapa pada 2015. Dua tahun kemudian disusul Penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Saat ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kembali memasang target lebih tinggi, yakni meraih Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara —kategori tertinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi sapaan akrab Walikota Semarang memotivasi para Lurah dan Camat untuk tegas, disiplin dalam menjaga daerahnya, juga menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi  antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait  termasuk dengan Tim Kota Sehat.

 “Dalam pencapaian Wistara kuncinya pada Lurah, Camat yang tegas dan disiplin terhadap kebersihan, kenyamanan wilayahnya, koordinasi yang baik dengan OPD dan bergandengan tangan saling bekerja sama,” jelas Hendi.

Fokus dalam pencapaian Wistara antara lain Forum Kota Sehat, Tim Pembina Kota Sehat, dan Tim Teknis Kota Sehat Kota Semarang melakukan tugas dan fungsi masing-masing dengan tetap melakukan koordinasi dan sinergi antar tim serta melibatkan pemangku wilayah dan masyarakat.

Indikator dalam pelaksanaan tatanan kota sehat yang perlu didorong atau diperbaiki antara lain cakupan pelayanan dan akses masyarakat terhadap prasarana dan sarana air limbah, baik sistem setempat maupun sistem terpusat, Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), juga Angka Bebas Jentik di perumahan dan permukiman, sekolah, perkantoran, tempat-tempat umum.

 Selain itu, perumahan dan pemukiman bebas banjir, ketersediaan lahan parkir di pasar perkotaan, kepatuhan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) terutama di tempat-tempat umum, pemeriksaan rutin kesehatan bagi pengemudi angkutan umum hingga pemenuhan fasilitas bagi penyandang difabel di tempat-tempat  atau sarana umum.

Hendi optimistis bila setiap pihak bersinergi dan berfokus pada masyarakat, maka penghargaan Wistara bakal berhasil diraih. “Tidak ada wilayah yang sempurna, tapi yakin kalau kita bersinergi bersama, upaya membuat masyarakatnya nyaman dan aman bisa tercapai, Wistara bisa tercapai," tukasnya.

Info Semarang