Berita

Kunjungan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Bersama Komisi D DPRD Kota Semarang ke Puskesmas Tlogosari Kulon

SEMARANG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama rombongan Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan kunjungan di Puskesmas Tlogosari Kulon pada Selasa, (19/2). Acara kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui pelayanan rawat inap yang ada di Puskesams Tlogsari Kulon. Rombongan sampai di Puskesmas pukul 09.30 WIb dan disambut langsung oleh Kepala Puskesmas Tlogosari Kulon,

Pada saat kunjungan, pasien yang antri untuk mendapatkam pelayanan membludak. Hal tersebut membuat Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Laser Narindro mendorong Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk menambah tenaga medis yang ada di Puskesmas Tlogosari Kulon.

Puskesmas Tlogosari Kulon berada di wilayah Kecamatan Pedurungan. Saat ini jumlah penduduk di Kecamatan Pedurungan mencapai 190 ribu jiwa. Puskesmas Tlogosari Kulon rata-rata perhari melayani 200-300 pasien yang berasal dari Pedurungan, Tlogosari sampai dengan Muktiharjo. Tenaga Kesehatan yang tersedia di Puskesams  Tlogosari Kulon sendiri sejumlah 32, 22 perawat dan 4 dokter.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Widoyono MPH menyampaikan bahwa standar dari kementrian Kesehatan, satu Puskesmas melayani 30.000 penduduk. Jika Pihaknya mengikuti standar tersebut untuk Kecamatan Pedurungan, berarti membutuhkan 6-7 Puskesmas. Saat ini, Kota Semarang memiliki 1.7 juta jiwa penduduk. Jika sebanyak itu perlu sekitar 60 Puskesmas, sedangkan yang dimiliki saat ini 37.

Namun beliau menyampaikan bahwa standar tersebut sudah tidak berlaku, DKK Semarang menggunakan tolak ukur jarak. Jika kurang dari 20 menit dari rumah ke Puskesmas berarti masih dinilai masuk standar.

Terkait pelayanan rawat inap yang ada di Puskesmas Tlogosari Kulon, berdasarkan laporan yang ada masih sering kosong. Hal tersebut dinilai Widoyono hal yang menggembirakan, artinya warga Pedurungan tidak banyak yang perlu dirawat inap. Namun hal tersebut perlu dilakukan survei apa yang membuat rawat inap sepi. Apakah dokternya kurang, atau pelayannnya kurang bagus atau karena tempantnya yang kurang baik.

Info Semarang