Berita

Peringatan Hari Kanker Se-dunia, Jumlah Penderita Kanker Payudara di Kota Semarang Mencapai 3.590 Kasus pada Tahun 2018

SEMARANG - Hari Kanker Sedunia diperingati setiap 4 Februari. Namun sayangnya masyarakat dunia, utamanya masyarakat Indonesia belum benar-benar terbebas dari kanker. Bahkan, beberapa data menunjukkan masih tingginya angka penderita kanker di Indonesia.

Mengutip rilis di sehatnegeriku.kemkes.go.id pada Senin (4/2/2019), Globocan menyebutkan bahwa di tahun 2018, terdapat 18,1 juta kasus baru kanker dengan angka kematian sebesar 9,6 juta. Di dunia, 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan mengalami kanker. Selain itu, 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 perempuan meninggal karenanya.

Sementara di Indonesia sendiri, angka penyakit kanker berada di angka 136,2 per seratus ribu penduduk. Ini membuat Indonesia berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018. Angka tertinggi berada di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

Di Kota Semarang, data dari Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Semarang tercatat penderita Kanker Payudara mencapai 3.590 kasus, dengan rincian 16 kasus pada laki-laki dan 3.574 kasus pada perempuan. Temuan kasus kanker payudara ini meningkat dari tahun lalu dari 2.498 kasus. Disusul dengan data kanker serviks tahun 2018 yang mencapai 406 kasus, kanker hati 108 kasus dan kanker paru-paru 182 kasus.

Peringatan Hari Kanker Se-dunia ini, seharusnya dapat menyadarakan kita semua tentang bahaya kanker. Meningkatkan kesadaran terhadap kanker dan mendorong pencgahan, deteksi, dan pengobatan kanker.

Info Semarang