A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /var/www/html/web/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /var/www/html/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /var/www/html/web/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /var/www/html/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /var/www/html/web/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /var/www/html/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /var/www/html/web/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /var/www/html/web/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /var/www/html/web/index.php
Line: 315
Function: require_once

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Artikel

7 Langkah Awal Sederhana Agar Terhindar dari Penyakit DBD

Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) pada musim hujan ini, mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap harinya. Penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan dibawa oleh nyamuk aedes aegypti ini, kini mewabah hampir semua daerah di Indonesia. Nah, sebaiknya kita melakukan pencegahan sejak awal, agar nantinya dapat terhindar dari penyakit yang bisa menyebabkan kematian ini. Berikut 7 langkah awal yang dapat dilakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

1. Membersihkan Bak mandi seminggu sekali

Air merupakan tempat berkembang biak nyamuk, maka dari itu sebaiknya rajin membersihkan bak mandi karena nyamuk betina bertelur pada dinding bak yang terisi air. Setidaknya paling sedikit, membersihkan bak mandi seminggu sekali, agar dapat memutus siklus hidup nyamuk aedes aegypti.

2. Memasang kelambu di ranjang tidur

Dengan menggunakan kelambu di ranjang tempat tidur, dapat menghalangi masuknya nyamuk sehingga akan terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypti. Meski terkesan sedikit merepotkan, tidak ada salahnya juga untuk mencobanya, karena memasang kelambu ini termasuk cara yang efektif untuk terhindar dari penyakit demam berdarah.

3. Memakai lotion anti nyamuk

 Agar terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegypti, sebaiknya menggunakan lotion anti nyamuk ketika akan bepergian dan saat mau tidur. Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), karena terbukti efektif dapat membuat kamu terhindar dari gigitan nyamuk pembawa virus penyebab penyakit demam berdarah tersebut. Namun, jangan gunakan lotion anti nyamuk ini pada bayi berusia di bawah dua bulan, karena akan menimbulkan efek samping berupa dermatitis, gangguan saraf, dan reaksi alergi.

4. Memperhatikan media penampung air di dalam rumah

Ember, baskom berisi air, vas bunga dan tempat lainnya yang berisi air merupakan tempat yang sering kali menjadi sarang nyamuk. Sebaiknya perhatikan kebersihan tempat-tempat berisi air tersebut dengan membersihkannya secara rutin, setidaknya dua minggu sekali, untuk mencegah munculnya nyamuk aedes aegypti.

5. Menerapkan pola makan yang sehat

Seorang ilmuwan dari Universitas Florida, bernama Jerry Butler, PhD mengatakan bahwa nyamuk lebih menyukai darah seseorang yang memiliki kadar kolestrol tinggi. Hasil metabolisme yang berakhir dengan terkumpulnya di pori-pori tersebut dianggap sebagai nutrisi oleh nyamuk.

Oleh karena itu, sebaiknya jaga pola makan, dengan menerapkan pola makan yang sehat agar terhindar dari kolestrol. Coba mengurangi kadar kolestrol dalam tubuh kamu dengan rajin berolahraga dan mengikuti program diet.

6. Mengurangi populasi nyamuk dengan menggunakan spray pembasmi nyamuk atau obat nyamuk bakar

Nyamuk aedes aegypti biasanya menggigit pada pagi dan sore hari, oleh karena itu sebaiknya menyemprotkan spray pembasmi nyamuk pada pagi dan sore hari, agar terhindar dari gigitan nyamuk tersebut. Selain menggunakan spray pembasmi nyamuk, bisa juga menggunakan obat nyamuk bakar, untuk menghentikan populasi nyamuk pembawa virus dengue tersebut.

7. Jangan terlalu lama menumpuk dan menggantung pakaian

Jika kamu suka menumpuk dan menggantung pakaian yang kotor dalam waktu yang lama, segera hentikan kebiasaan buruk ini, mengapa? Karena akan memicu banyak nyamuk yang berkeliaran, salah satunya yaitu nyamuk aedes aegypti.

Nyamuk menyukai aroma tubuh manusia, oleh karena itu sebaiknya hindari kebiasaan suka menumpuk dan menggantung pakaian yang kotor tersebut. Jika ingin menggantung pakaian yang baru dikenakan, gantung saja pada tempat yang bersih dan tertutup, agar terhindar dari jangkauan nyamuk.

Itulah ulasan 7 langkah awal sederhana yang dapat diterapkan agar dapat terhindar dari penyakit DBD. Lebih baik mencegah bukan, daripada mengobati kan lur.

Info Semarang