Artikel

Berbagai Alasan Mengejutkan yang Ternyata Tingkatkan Risiko Kanker

SEMARANG - Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Kanker bisa dipicu oleh berbagai hal yang seringkali tidak kita sadari. Mereka yang terkena kanker kebanyakan mengetahui ketika penyakitnya sudah memasuki stadium lanjut.

Tentu saja, tidak ada orang yang mau terkena penyakit apalagi kanker. Untuk itu, harus memperhatikan kebiasaan yang sering dilakukan. Bisa saja kebiasaan itu memicu risiko kanker.
Berikut berbagai alasan mengejutkan yang ternyata meningkatkan risiko kanker dikutip detikHealth dari This Is Insider.

Membuka jendela saat terjebak macet

WHO telah mengungkap bahwa paparan asap yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar diesel dapat menyebabkan kanker pada manusia. Setelah meninjau beberapa studi, para peneliti menemukan bahwa knalpot mesin diesel dapat menyebabkan kanker paru-paru dan berpotensi kanker kandung kemih dengan memicu perubahan DNA.

Orang yang paling berisiko terpapar asap diesel paling banyak yakni pekerja pintu tol, pengemudi truk, penambang, dan pekerja konstruksi. Selain itu, jika kamu sering membuka jendela ketika terjebak macet, risiko terkena kanker tersebut pun makin tinggi.

Tidak suka makan sayuran

Sayuran berisi serat dan nutrisi yang dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat dan bahkan dapat mencegah kanker. Penelitian telah menemukan bahwa makan banyak tanaman mengurangi risiko kanker mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, dan kanker dubur.

Satu studi juga menemukan bahwa sayuran seperti brokoli dan kembang kol dapat memberikan perlindungan terhadap kanker paru-paru dan kolorektal. The American Cancer Society merekomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya dua setengah porsi buah dan sayuran per hari.

Memilih skincare yang salah

Mineral oil sering digunakan dalam produk-produk seperti pelembab, lipstik, dan moisturizer yang sering digunakan wanita untuk perawatan wajah. Bahan perlengkapan yang umum ini sebenarnya adalah produk sampingan dari proses penyulingan minyak mentah menjadi bensin dan produk minyak bumi lainnya.

Temuan ilmiah menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara penerapan mineral oil ke kulit dan peningkatan risiko kanker. Menghirup uap mineral oil juga telah dikaitkan dengan kanker paru-paru, meskipun bukti untuk hubungan ini lebih terbatas.

Terlalu sering menggunakan jasa laundry

Jika memiliki lemari yang penuh dengan pakaian "dry-clean only",risiko terkena kanker akan jauh lebih tinggi dari biasanya. Penelitian yang dilakukan oleh WHO telah mendeteksi hubungan antara bahan kimia yang digunakan dalam dry cleaning dan terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kandung kemih, hati, dan kanker serviks.

Pekerja dry cleaning juga dapat terpapar pada tingkat bahan kimia berbahaya yang diketahui menyebabkan kanker dan masalah reproduksi.

Info Semarang