A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 41
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 21
Function: browser_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 115

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 115
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ub

Filename: libraries/Pengunjung.php

Line Number: 127

Backtrace:

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 127
Function: _error_handler

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 151
Function: _userAgent

File: /home/dinkes/public_html/application/libraries/Pengunjung.php
Line: 22
Function: os_user

File: /home/dinkes/public_html/application/modules/content/controllers/Content.php
Line: 9
Function: catat

File: /home/dinkes/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Dinas Kesehatan Kota Semarang

Artikel

5 Fakta tentang Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Indonesia

Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan angka kematian ibu dan bayi tertinggi di Asia Tenggara. Urutan pertama ditempati oleh Laos dengan angka kematian 357 per 100 ribu.

Bila dibandingkan dengan tetangga terdekat, yaitu Singapura dan Malaysia, jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia masih sangat besar. Singapura pada tahun 2015 memiliki angka kematian ibu melahirkan tujuh per 100 ribu, dan Malaysia di angka 24 per 100 ribu. Tidak hanya sampai di situ, berikut lima fakta terkait kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia.

1. Setiap satu jam, dua ibu dan 8 bayi baru lahir meninggal di Indonesia

Dalam sepuluh tahun terakhir, kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia relatif stagnan. Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 per 100,000 kelahiran hidup (2015) dan angka kematian bayi baru lahir mencapai 15 per 1,000 kelahiran hidup (2017). Dengan angka ini, Indonesia masuk dalam 10 negara dengan jumlah kematian ibu dan bayi baru lahir yang paling tinggi

2.Kematian ibu dapat terjadi pada saat kehamilan, persalinan, maupun pascapersalinan

Dalam setiap tahap pada proses kehamilan sampai pascapersalinan, seorang ibu memiliki risiko untuk meninggal. Studi tindak lanjut sensus penduduk 2010 menyebutkan bahwa kasus kematian ibu terbesar terjadi pada masa pascapersalinan sebesar 57 persen, diikuti pada masa kehamilan sebesar 22 persen, dan saat melahirkan sebesar 15 persen.

3. Sebagian besar kematian ibu dan bayi baru lahir bisa dicegah

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan yaitu 32 persen, dan perdarahan pasca persalinan sebesar 20 persen. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah kedua kondisi tersebut.

Selain itu, tingginya angka perkawinan dan melahirkan pertama kali di bawah usia 20 tahun masih merupakan awal permasalahan kesehatan wanita Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi dalam kehamilan yang dapat berujung pada kematian ibu dan bayi baru lahir.

4. Layanan kesehatan yang berkualitas dapat berkontribusi menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir

Sebesar 60 persen kematian ibu dan 78 persen kematian bayi baru lahir terjadi di fasilitas kesehatan.Kondisi ini menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan, dalam setiap tahap. Mulai dari pemeriksaan kehamilan, layanan persalinan, sampai pascapersalinan.

Saat ini, hanya 21 persen rumah sakit umum yang memenuhi standar layanan obstetric dasar. Untuk layanan kesehatan primer, hanya 31 persen puskesmas dan kurang dari 10 persen layanan kesehatan swasta yang memenuhi seluruh kriteria untuk pelayanan pemeriksaan kehamilan yang komprehensif sesuai standar

5. Upaya penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir perlu kontribusi dari semua pihak

Sebesar 60 persen masalah dalam bidang kesehatan dapat diselesaikan dengan perbaikan di sektor non-kesehatan.Hal ini menggarisbawahi pentingnya kontribusi seluruh sektor terkait dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir.

Sebagai contoh, optimalisasi sistem rujukan hanya dapat dicapai dengan perbaikan sistem transportasi dan komunikasi, yang perlu didukung oleh sektor non-kesehatan.

Sumber : www.kemenkes.go.id , kompas.com

Info Semarang