Hai Sobat Sehat!
Keberadaan tikus di rumah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menjadi sumber penularan berbagai penyakit, salah satunya leptospirosis.
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menyebar melalui air kencing tikus dan mencemari air, tanah, maupun benda di sekitar lingkungan. Karena itu, tikus yang sudah tertangkap tidak boleh ditangani sembarangan.
Agar tetap aman dan terhindar dari risiko penularan penyakit, berikut cara penanganan tikus yang sudah tertangkap dengan benar.
Mengapa Tikus yang Tertangkap Harus Ditangani dengan Hati-Hati?
Tikus dapat membawa kuman penyakit meskipun terlihat sehat. Saat tikus berada di dalam perangkap, air kencing, kotoran, atau cairan tubuhnya bisa saja mencemari area sekitar.
Jika tidak ditangani dengan benar, seseorang berisiko terpapar bakteri penyebab penyakit melalui:
• kulit yang luka,
• tangan yang tidak bersih,
• air atau benda yang terkontaminasi,
• atau kebiasaan menyentuh wajah sebelum cuci tangan.
Karena itu, penanganan tikus yang tertangkap perlu dilakukan dengan alat pelindung dan langkah yang aman.
Peralatan yang Perlu Disiapkan
Sebelum menangani tikus, siapkan terlebih dahulu:
• Sarung tangan
• Ember berisi air
• Galian tanah dan sekop
• Cairan sodium hipoklorit / desinfektan berbahan klorin
• Sabun cuci tangan
• Air cucian beras (untuk membersihkan perangkap tikus)
Langkah-Langkah Penanganan Tikus yang Sudah Tertangkap
1. Gunakan sarung tangan
Selalu gunakan sarung tangan sebelum menyentuh perangkap tikus.
Hal ini penting untuk menghindari kontak langsung dengan tikus, air kencing, atau kotorannya.
2. Masukkan tikus ke dalam ember berisi air
Tikus yang masih berada di dalam perangkap dapat dimasukkan ke dalam ember berisi air.
3. Rendam selama kurang lebih 15 menit
Rendam tikus sampai mati selama ±15 menit.
Setelah itu, air bekas rendaman dibuang di tempat yang terkena sinar matahari dan tidak digunakan kembali.
4. Kubur tikus dengan aman
Tikus yang sudah mati sebaiknya dikubur di dalam tanah dengan kedalaman minimal 60 cm.
Tujuannya agar:
• tidak menimbulkan bau,
• tidak diambil hewan lain,
• dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
5. Cuci ember bekas rendaman
Setelah digunakan, ember harus dicuci menggunakan cairan sodium hipoklorit (desinfektan) agar kuman penyebab penyakit dapat dinonaktifkan.
6. Bersihkan perangkap tikus
Perangkap tikus juga perlu dibersihkan.
Berdasarkan edukasi pada media ini, perangkap dapat dicuci menggunakan air cucian beras.
7. Cuci tangan dengan sabun
Setelah semua proses selesai, segera cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, meskipun sebelumnya sudah menggunakan sarung tangan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Agar lebih aman, perhatikan hal berikut:
• Jangan memegang tikus dengan tangan kosong
• Hindari menyentuh wajah saat proses penanganan
• Jangan membuang bangkai tikus sembarangan
• Jangan membuang sisa air rendaman di area yang sering dilalui anak-anak atau hewan peliharaan
• Setelah selesai, bersihkan area sekitar jika ada kemungkinan terkena cipratan air atau kotoran
Waspadai Gejala Leptospirosis
Jika setelah kontak dengan lingkungan yang diduga tercemar muncul gejala seperti:
• demam mendadak
• sakit kepala
• nyeri otot, terutama betis
• mata merah
• mual atau muntah
• badan lemas
Segera periksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Semakin cepat dikenali, semakin cepat ditangani.
Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati
Selain menangani tikus dengan benar, pencegahan juga sangat penting.
Lakukan langkah berikut di rumah:
• Simpan makanan dalam wadah tertutup
• Buang sampah secara rutin
• Tutup lubang atau celah yang menjadi jalan masuk tikus
• Bersihkan saluran air dan area lembap
• Hindari genangan air di sekitar rumah
• Gunakan perangkap tikus secara aman
Menangani tikus yang sudah tertangkap harus dilakukan dengan aman, bersih, dan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko penularan penyakit, terutama leptospirosis.
Yuk, lindungi diri dan keluarga dengan menjaga kebersihan rumah serta melakukan penanganan tikus secara benar.
Jika ada keluhan kesehatan setelah terpapar lingkungan yang berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.